JAKARTA, Weradio.co.id — Emas saat ini dinilai sebagai aset yang paling berharga. Logam mulia ini juga dianggap simpanan yang sangat aman atau safe haven dalam segala kondisi.
Ini diutarakan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat, Achmad Dirgantara, dalam acara media gathering, Kamis 22 Oktober 2026. Kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi produk pasar modal, yaitu Exchange Traded Fund (ETF) Emas.
Karenanya, lanjut Achmad Dirgantara, saat krisis, seperti penurunan harga biasanya harga emas meningkat cukup tajam. "Berbeda dengan nilai tukar mata uang, tapi kalau emas cenderung lebih aman," ujarnya.
Kondisi seperti itulah, kata Renta Ningsih selaku Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Khusus BEI, yang mendasari kenapa BEI mengembangkan produk ETF Emas. "Kemudian tentunya juga Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar atau ketujuh di dunia," ujar Renta.
BACA JUGA:MSCI Masukkan BEI ke Kategori Standalone, Ketua Banggar DPR Minta Otoritas Tetap Kritis
Menurut Renta, ETF itu sebenarnya strukturnya sama seperti reksa dana hanya transaksinya di bursa. Di Indonesia sebelumnya baru ada jenis ETF saham, obligasi, kemudian yang terakhir muncul yang namanya ETF pasar uang.
BEI secara khusus telah digandeng oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengembangkan ETF Emas--
"Muncul kemudian emas. Jadi, sekarang di Indonesia ada empat jenis ETF yang kita harapkan bisa jadi pilihan investor," tuturnya.
Dijelaskan Renta, inisiatif ini sejalan dengan langkah strategis pemerintah pusat. BEI secara khusus telah digandeng oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengembangkan ETF Emas sebagai bagian integral dari ekosistem bulion (bullion ecosystem) nasional.
Berdasarkan data World Gold Council per Maret 2026, volume transaksi ETF Emas terbesar saat ini dikuasai oleh Amerika Serikat, disusul Inggris dan beberapa negara di kawasan Eropa. Termasuk di Asia ada India dan Tiongkok.
BACA JUGA:Kaum Muda Mendominasi, Investor Pasar Modal di Jawa Barat Meningkat
Hal senada disampaikan Simon Gunawan Sinaga, Head of Business Development PT Mirae Asset Securities Indonesia. Permintaan emas, kata dia, semakin meningkat terutama di tengah ketidakpastian ekonomi akibat gejolak geopolitik yang terjadi dalam beberapa tahun ke belakang
ETF Emas pada dasarnya merupakan reksa dana yang dapat diperdagangkan melalui Bursa--
Seiring berkembangnya industri keuangan, akses terhadap investasi emas pun beragam. Investor tidak lagi harus menyimpan emas secara fisik, tetapi juga bisa berbasis digital yang dapat ditransaksikan secara langsung dari aplikasi. Terbaru, terdapat akses secara mudah melalui pasar modal dengan berinvestasi melalui produk ETF Emas.
ETF Emas pada dasarnya merupakan reksa dana yang dapat diperdagangkan melalui Bursa dengan aset dasar berupa emas fisik yang telah disekuritisasi. "Karena transaksinya di bursa harus ada pihak yang memfasilitasi transaksinya, yakni Dealer Partisipan atau DP.