SAN FRANCISCO, Weradio.co.id – Pendiri Palantir sekaligus miliarder Amerika Serikat, Joe Lonsdale, mendanai proyek kontroversial pengembangan fasilitas pembiakan 30.000 ekor monyet untuk kebutuhan uji coba medis.
Melalui firma modal venturanya, 8VC Lonsdale mengucurkan dana sebesar US$ 20 juta atau sekitar Rp 315 miliar ke perusahaan pemula (startup) bernama Safer Human Medicine (SHM).
Seperti dilansir Forbes yang dibaca Weradio.co.id, Kamis, 29 Oktober 2026, total dana yang telah dihimpun SHM sejauh ini mencapai US$ 28 juta.
SHM didirikan pada 2023 oleh Jim Harkness, mantan petinggi perusahaan penguji hewan yang sebelumnya pernah dijatuhi sanksi denda terbesar dalam sejarah AS akibat pelanggaran Undang-Undang Kesejahteraan Hewan.
BACA JUGA:OUE REIT Milik Mochtar Riady Tambah Kepemilikan di Gedung Tertinggi Sydney Senilai Rp 9,8 Triliun
Lonsdale mengonfirmasi keterlibatannya dalam proyek tersebut dan menegaskan bahwa langkah ini diambil demi mengamankan rantai pasok nasional untuk penelitian biomedis manusia.
Menurutnya, penggunaan hewan dalam riset medis merupakan bagian dari upaya menyelamatkan nyawa manusia.
"Apakah Anda lebih memilih menyelamatkan saudara Anda atau monyet itu? Ini bukan hal jahat, ini demi kemanusiaan," ujar Lonsdale dalam sebuah siniar (podcast).
Meskipun investasi tersebut tidak dicantumkan di situs resmi 8VC, firma tersebut telah mengonfirmasi dukungan mereka secara terbuka melalui unggahan di media sosial.
BACA JUGA:Donald Trump Jr. Diduga Berburu Domba Langka di Mongolia Bersama Oligarki Rusia
Proyek ini kini terus memicu sorotan publik terkait isu etika kesejahteraan hewan dan keselamatan riset medis di AS.