Terkini
Editorial

Urutan Tersangka di Kasus BGN Mengundang Pertanyaan, Empat Paket Pengadaan Masih Gelap

Hingga kini hanya satu dari lima paket pengadaan yang dituduhkan yang menunjukkan kemajuan berarti.

WeRadio
· 3 menit baca
Ukuran teks
Urutan Tersangka di Kasus BGN Mengundang Pertanyaan, Empat Paket Pengadaan Masih Gelap

Formulir permintaan data untuk audit investigasi baru diedarkan ke staf BGN dan perusahaan terkait pada 26 Juni 2026, lebih dari tiga minggu setelah ketiga pimpinan ditetapkan tersangka.

BACA JUGA:Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI - Polri

Laporan hasil audit penghitungan kerugian negara oleh BPKP baru terbit pada 5 Oktober 2026.

Lalu bagaimana dengan empat paket pengadaan lainnya, televisi, laptop, tablet, dan sepatu, yang juga masuk dalam tuduhan awal?

Hingga kini belum ada rilis resmi mengenai kemajuan penyidikan di empat paket itu. Belum terdengar pula nama-nama tersangka baru yang terkait. Padahal berkas perkara DH, LP, dan SS sudah dinyatakan P-21 sejak 29 September 2026.

Termasuk dengan pimpinan sebelumnya, yaitu NSD yang berulang kali namanya disebut oleh salah satu tersangka dalam praperadilan.

BACA JUGA:Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan, Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Sampai saat ini pun belum ada kejelasan kepada publik dan masyarakat, sedangkan publik berasumsi  bahwa NSD pun bermain dan mengintervensi titik SPPG.

Urutan penetapan tersangka yang terbalik, jarak waktu yang cukup panjang antara penetapan pimpinan dengan PPK serta vendor, dan belum adanya kabar soal empat paket pengadaan lain menyisakan sejumlah pertanyaan. Publik menunggu penjelasan lebih rinci dari penyidik.

Tampilkan semua halaman

Bagikan
Ditulis oleh
WeRadio

Tim redaksi & kontributor weradio.co.id.

Tulisan lainnya

Baca yang ini juga