Bruno Fernandes Pertanyakan Taktik Michael Carrick setelah Manchester United Tertimpa Bencana di Como

Bruno Fernandes Pertanyakan Taktik Michael Carrick setelah Manchester United Tertimpa Bencana di Como

Kapten Manchester United Bruno Fernandes memperlihatkan gestur kecewa saat timnya menghadapi Como pada pertandingan Liga Champions, Kamis, 22 Oktober 2026. Manchester United kalah 1-4 dari Como. --Dok Yahoosports

Ingatkan hari-hari terakhir era Solskjaer

Pada satu titik, Man United tampak hampir menyamai kekalahan terbesar mereka di kompetisi Eropa—kekalahan 0-5 dari klub Portugal, Sporting, pada tahun 1964. Dalam upaya putus asa untuk membendung tekanan lawan, Carrick menarik keluar Matheus Cunha dan Andrey Santos - pemain rekrutan senilai 110 juta poundsterling - saat jeda babak pertama, lalu mengganti Fernandes, dengan Joshua Zirkzee di pertengahan babak kedua.

Zirkzee memang sempat lolos dari jebakan offside dan dengan tenang mencetak gol hiburan di masa tambahan waktu melalui umpan silang dari pemain pengganti lainnya, Amad Diallo. Namun, gol tersebut tidak mampu memperbaiki suasana yang suram.

Setelah peluit akhir dibunyikan oleh wasit Sven Jablonski, Carrick tampak melewati para pemainnya di lapangan untuk menghampiri pendukung Man United yang datang bertandang, seraya berulang kali mengangkat tangannya sebagai gestur permohonan maaf.

Carrick meminta maaf atas penampilan yang memalukan dari  Fernandes dan kawan-kawan. “Saya sangat peduli kepada para pendukung,” kata Carrick. “Mereka adalah denyut nadi klub sepak bola ini, dan akan selalu begitu.”

BACA JUGA:Dukung Kualitas Pendidikan, Garuda TV dan Kemendikdasmen Resmi Meluncurkan Juara Kelas Indonesia

“Mengingat mereka sudah menempuh perjalanan jauh, saya harus meminta maaf atas performa tim. Saya benar-benar turut merasakan kekecewaan mereka karena harus menyaksikan penampilan seperti itu. Tidak ada alasan apa pun. Hal ini tidak bisa diterima,” tegasnya.

Gestur permohonan maaf Carrick sangat mirip dengan gestur putus asa Ole Gunnar Solskjaer setelah timnya kalah telak 1-4 di markas Watford pada November 2021—sebuah kekalahan yang berujung pada pemecatannya hanya 24 jam kemudian.

Carrick ditanya apakah dia merasa posisinya masih aman karena mendapatkan dukungan dari jajaran manajemen Man United. Dia menjawab, “Ini bukan soal saya. Ini soal mengevaluasi pertandingan dan bagaimana jalannya pertandingan tadi. Itulah hal yang paling penting saat ini.”

Fabregas tetap membumi

Berbeda dengan Carrick, Pelatih Como Ces Fabregas melontarkan banyak pujian atas performa anak didiknya.

BACA JUGA: Luar Biasa, Tim Honda Racing Indonesia Raih Lima Gelar Juara Nasional dari MFoS 2026

Fabregas menyatakan bahwa "menang dengan cara seperti ini sangat memuaskan", meskipun Man United kini bukan lagi raksasa Eropa seperti di masa lalu.

“Ini malam istimewa, tetapi kami masih berada di tahap awal untuk segala hal yang sudah kami rencanakan,” ujar Fabregas.


Cesc Fabregas, pelatih Como, puas dengan performa timnya dalam kemenangan 4-1 atas Manchester United. --Dok Football-Italia

Berita Terkait