Ketua PA 212, Slamet Ma'arif Sebut JPU Harus Tanggung Jawab Jika Pendukung HRS Datang dan Berkerumun, Kok Bisa?


Ketua PA 212, Slamet Ma'arif bilang, jika terjadi kerumunan pendukung hrs datang, JPU tanggung jawab||PMJNews/fjr

Trendingnews.Id - Satu hal yang dikhawatirkan Habib Rizieq jelang sidang vonis terkait kasus swab test RS Ummi adalah para pengikutnya.

Mantan pemimpin Front Pembela Islam atau FPI sempat menyebut, ia takut kalau pengikutnya itu salah menafsirkan ucapan JPU beberapa waktu lalu: imam besar HRS hanya isapan jempol belaka.

Soal ucapan JPU itu HRS tak mempermasalahkan, justru yang dikhawatirkan ketika pengikutnya tersinggung dan datang berbondong-bondong ke PN Jakarta Timur pada Kamis, 24 Juni 2021.

Ketika hal ini ditanyakan pada Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212, slamet Maarif bilang: yang harus tanggung jawab ya JPU.

(BACA JUGA:Rossa Pernah 'Kehilangan Uang Rp 1 Miliar', Pasca Dinyatakan Positif Covid-19, Begini Kondisi Terakhirnya!)

“Kalau ada umat yang datang, maka JPU yang harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Meski begitu, Slamet memastikan pihaknya sudah mengimbau para pendukung Habib Rizieq untuk menunjukkan kecintaannya dengan cara baik, seperti berzikir, selawat, dan berdoa sepanjang persidangan berlangsung.

Namun, ia mengatakan pihaknya juga tak bisa melarang massa pendukung HRS yang hendak datang.

Menurut Slamet, banyak pendukung Habib Rizieq yang marah dengan ucapan jaksa penuntut umum yang menyebut gelar imam besar Habib Rizieq hanya isapan jempol belaka.

(BACA JUGA:Perketat PPKM Mikro di DKI Jakarta, Anies Baswedan Minta Semua Kantor Terapkan WFH 75 Persen, Covid-19 Makin Tinggi!)
 
Bisa begitu, karena ini soal hati,  “Karena ini menyangkut cinta dan urusan hati yang tercabik kalimat JPU,” urai Slamet.


jakshdkjashdkjashdkjasd
Tag Terkait:
Sumber: