Sebaran Covid-19 di Indonesia 'Ugal-Ugalan', Presiden Jokowi Sampaikan 1 Permintaan Sederhana Tapi Penting pada Masyarakat!


Tangani sebaran covid-19 di Indonesia, Presiden Jokowi Sampaikan 1 permintaan sederhana tapi penting||Twitter @setkabgoid

Trendingnews.Id - Akhirnya, demi menekan sebaran covid-19 di Indonesia, Presiden Joko Widodo menyampaikan permintaan pada masyarakat.

Permintaan kepala negara hanya simpel saja: agar tetap tinggal di rumah masing-masing dan kurangi aktivitas di luar.

Menurut Jokowi, langkah itu diambil lantaran laju covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan drastis.

“Saya minta satu hal yang sederhana ini, tinggallah di rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak,” kata Jokowi dalam pernyataan pers, Rabu 23 Juni 2021.

(BACA JUGA:Covid-19 Kembali 'Ugal-Ugalan', Pemprov DKI Jakarta Perketat PPKM Mulai 22 Juni Sampai 5 Juli, Tempat-Tempati ini Ditutup Lagi!)

Jokowi mengatakan penyebaran COVID-19 bisa dihentikan dengan langkah bersama.

Untuk itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia ikut berkontribusi dalam menerapkan aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Hanya dengan langkah bersama kita bisa menghentikan wabah ini. Semua orang harus berperan serta, semua warga harus berkontribusi.

Tanpa kesatuan itu, kita tidak akan bisa menghentikan penyebaran covid. Semoga Tuhan YME memberkati kita semuanya,” lanjut Jokowi.

(BACA JUGA:Hari ini Habib Rizieq akan Jalani Sidang Pembacaan Vonis, Polisi Akan Lakukan Hal ini Jika Para Pendukung Datang Berkerumun)

Beberapa waktu lalu, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengusulkan pemerintah segera melakukan lockdown selama 2 pekan.

Permintaan tersebut disampaikan Zubairi lewat cuitan di akun Twitter pribadinya @ProfesorZubair, Senin 21 Juni 2021.

"Saran saya. Lebih bijaksana bagi Indonesia untuk terapkan lockdown selama dua minggu," kata Zubairi.

Menurutnya, lockdown mampu menekan penyebaran virus di masyarakat sehingga tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) juga dapat diminimalisasi.

(BACA JUGA:Covid-19 di Indonesia Makin Melonjak, Rizal Ramli Sebut Presiden Jokowi dan Sri Mulyani Mismanagement: Masih Sibuk Proyek-Proyek)

Zubairi khawatir jika persediaan tempat tidur rumah sakit semakin menipis, perawatan tidak akan maksimal dan akan semakin tinggi angka meninggal dunia.

"Untuk apa? Memperlambat penyebaran, meratakan kurva, menyelamatkan fasilitas kesehatan, dan yang pamungkas adalah menahan situasi pandemi jadi ekstrem, yang akan membahayakan lebih banyak nyawa," tutupnya.

jakshdkjashdkjashdkjasd
Tag Terkait:
Sumber: