Berharap Indonesia Ikut Berperan Aktif, Gatot Nurmantyo: Sesegera Mungkin Turunkan Tim Medis ke Palestina


Gatot Nurmantyo Berharap Indonesia Bisa Berperan Aktif Turunkan Tim Medis ke Palestina||Twitter @nurmantyo_gatot

TRENDINGNEWS - Konflik Israel, Hamas dan Palestina yang berkepanjangan belakangan menjadi sorotan publik.

Berbagai tokoh di negeri ini pun turut menyampaikan pendapatnya terkait ketegangan yang terjadi di negeri itu.

Bahkan tak sedikit pula, tokoh yang memberi opini, saran, masukan hingga permintaan pada pemerintah Indonesia agar ikut berperan.

Seperti disampaikan Gatot Nurmantyo, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI baru-baru ini.

(BACA JUGA:Mengaku Khilaf Maki Petugas, Hesti dan Suaminya Minta Maaf: Saya Janji Tak Akan Ulagi Lagi)

Gatot yang menyampaikan harapannya via keterangan resminya, meminta agar Indonesia turut berperan aktif.

Harapnnya, tentu upaya melakukan tindakan nyata dalam membantu terwujudnya perdamaian antara Palestina dan Israel.  

Seperti disampaikan Gatot, "Sudah sepantasnya jika pemerintah atas nama negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, mengambil inisiatif.

Tidak hanya sebatas menyerukan gencatan senjata demi menghindari korban yang lebih banyak, tetapi melakukan tindakan nyata," pinta Gatot pada Minggu 16 Mei 2021.

(BACA JUGA:Soal Pemecatan Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: ini Bukan Hukuman, Tapi Penegakan Komitmen BUMN)

Masih menurutnya, pemerintah perlu segera mengirimkan tim medis ke Palestina. "Sesegera mungkin menyiapkan pasukan perdamaian yang setiap saat siap untuk diberangkatkan di bawah bendera PBB," bilangnya.

Lebih jauh, Gatot menjabarkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim harus segera mengambil tindakan nyata dalam membantu Palestina. "Karena diam berarti mendukung tindakan kejam Israel," ungkap Gatot.

Bahkan, Gatot juga menyebut, Palestina sebagai negara pertama yang mengakui kedaulatan kemerdekaan Indonesia pada 1945 maka sudah sepatutnya dibantu lepas dari segala bentuk kekerasan dan penindasan.

"Marilah bersama-sama mendoakan rakyat Palestina, agar mendapatkan keselamatan, kesehatan dan kemenangan ibadah Ramadhan, serta agar senantiasa Palestina segera menjadi bangsa dan negara yang terhindar dari segala bentuk kekerasan dan penindasan," jelas Gatot lagi.

(BACA JUGA:Tuliskan Surat Dengan Kata Romantis Saat Ultah Puput ke-24, Ahok Bikin Netizen 'Baper' )

Memang, hingga saat ini, seusai bentrokan yang terjadi di Masjid Al Aqsa, hubungan antara Israel dan Palestina kian memanas.

Seperti pada serangan yang baru saja terjadi, pihak Israel pada 15 Mei 2021 menggempur kompleks menara di Gaza.

Pada menara tersebut, terdapatnya beberapa kantor media Associated Press (AP) yang bermarkas di Amerika Serikat serta beberapa media lainnya.

Gedung al-Jalaa di Kota Gaza tersebut juga terdapat kantor berita Al Jazeera, yang merupakan media berbasis di Qatar.

(BACA JUGA:Gedung Al Jalaa Ikut Jadi Target Dihancurkan Israel, CEO AP Menduga Ada Upaya Membungkam Media?)

Pada kantor dan bangunan lainnya juga kini telah dievakuasi oleh pemilik gedung ketika menerima adanya peringatan.

Namun, sebelum adanya penyerangan, pihak Israel mengaku telah mengeluarkan peringatan sebelumnya kepada pihak gedung. ####

jakshdkjashdkjashdkjasd
Tag Terkait:
Sumber: