BEKASI, Weradio.co.id – Penantian panjang umat Katolik TNI - Polri di Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, akhirnya terwujud. Uskup Agung Jakarta sekaligus Uskup Ordinariat Castrensis Indonesia (OCI), Ignatius Kardinal Suharyo, memimpin Misa Kudus yang dilanjutkan dengan pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan Gereja TNI - Polri Santo Ignatius Jatisari, Rabu, 15 Juli 2026.
Perayaan Ekaristi yang bertepatan dengan peringatan Santo Bonaventura itu berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan umat Katolik dari kalangan TNI, Polri, serta umat Paroki Kampung Sawah, Keuskupan Agung Jakarta.
Kardinal Suharyo didampingi tujuh imam, yakni Romo Yohanes Wartaya SJ, Romo Ipda Antonius Arifin Samosir Pr, Romo Letda Inf Jimmy Yohanes Hyronimus Pr, Romo Lettu Sus Paulus Ardhi Pr, Romo Pungky Setiawan SVD, Romo Laurentius Sutarno SJ, dan Romo JB Clay Pareria SJ.
Seusai Misa Kudus, rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kardinal Suharyo bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, pemberkatan batu penjuru, peletakan batu pertama pembangunan gereja, serta penanaman pohon sawo kecik oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI Suparman, Wali Kota Bekasi, dan sejumlah tokoh lintas agama sebagai simbol kerukunan, persaudaraan, dan harapan agar gereja menjadi tempat bertumbuhnya iman serta pelayanan.
BACA JUGA:Kerja Sama Semua Pihak Sukseskan Tri Hari Suci Katedral Jakarta
Dalam homilinya, Kardinal Suharyo mengajak seluruh umat mensyukuri rahmat Tuhan atas dimulainya pembangunan gereja yang digagas komunitas Katolik TNI dan Polri.
Menurutnya, peletakan batu pertama bukan sekadar awal pembangunan fisik, tetapi juga peletakan fondasi kehidupan iman yang semakin kokoh.
"Kita bersyukur kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati banyak orang sehingga, meski melalui berbagai tantangan, akhirnya pembangunan gereja ini dapat dimulai. Yang diletakkan hari ini bukan hanya batu pertama sebuah bangunan, tetapi juga fondasi kehidupan umat yang akan bertumbuh di tempat ini," ujar Kardinal.
Mengacu pada bacaan Kitab Suci, Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa tujuan utama membangun gereja bukanlah mendirikan bangunan megah, melainkan membentuk umat yang semakin rendah hati, semakin dekat kepada Tuhan, dan semakin mampu menghadirkan kasih bagi sesama.
BACA JUGA:Gempuran Teknologi Intai Media Gereja, Pegiat Komsos Wajib Berbenah
Ia menjelaskan bahwa kerendahan hati merupakan dasar seluruh keutamaan, sebagaimana dicontohkan Yesus Kristus yang rela mengosongkan diri demi keselamatan umat manusia.
"Tujuan akhirnya bukan gedungnya, tetapi agar melalui ibadah kita menjadi pribadi yang semakin rendah hati, semakin mengasihi sesama, dan semakin serupa dengan Yesus Kristus," pesannya.
Ketua Panitia Pembangunan, Marsda TNI (Purn.) Benedictus Wijanarko, mengatakan pembangunan gereja merupakan jawaban atas kebutuhan umat Katolik di kawasan Jatisari yang terus bertambah.
Jika pada 1999 jumlah umat sekitar 100 orang, kini telah mencapai 1.826 orang sehingga keberadaan gereja menjadi kebutuhan yang mendesak.
BACA JUGA:Romo Yos Bintoro Serahkan Buku, KSAD Dukung Pelayanan Keuskupan TNI - Polri
"Ini adalah mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah menunggu hampir 30 tahun sejak 1996. Kami bersyukur seluruh proses perizinan dapat dilalui dengan baik berkat dukungan banyak pihak," kata Benedictus.