Oleh: Djoko Setijowarno (*)
Penyelenggaraan transportasi umum modern di tingkat kabupaten masih menghadapi tantangan besar, atau belum sampai empat persen kabupaten di Indonesia yang mampu mengeksekusinya secara konsisten.
Di tengah keterbatasan tersebut, Kabupaten Banyumas hadir dengan Trans Banyumas sebagai pionir yang sukses membenahi sistem angkutan umumnya melalui skema Buy the Service (BTS).
Saat ini, baru 16 dari 416 kabupaten di Indonesia (sekitar 3,84%) yang telah menyelenggarakan sistem transportasi umum modern.
Kabupaten Banyumas menjadi kabupaten pertama yang membenahi transportasi umumnya melalui skema pembelian layanan atau Buy the Service (BTS).
BACA JUGA:Mengintegrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Layanan yang dikenal sebagai Trans Banyumas ini resmi beroperasi sejak 5 Desember 2021 dengan dukungan subsidi operasional dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan hingga 30 Agustus 2026.
Pada 2023, Trans Banyumas mengoperasikan 52 unit bus sedang. Armada tersebut terdiri atas 47 unit bus Siap Operasional (SO) dan 5 unit bus Siap Guna Operasional (SGO) yang difungsikan sebagai cadangan.
Trans Banyumas melayani lima koridor utama yang menghubungkan kawasan pemukiman, destinasi wisata, hingga pusat transportasi regional guna memudahkan mobilitas harian masyarakat.
Koridor 1 membentang dari Terminal Pasar Pon menuju Ajibarang, lalu melintasi Stasiun Pintu Barat dan berakhir di SMAN 1 Purwokerto.
BACA JUGA:Menyingkap Fenomena Manipulasi Pelat Nomor, Motif, Hukum, dan Solusinya
Koridor 2 menghubungkan Terminal Notog langsung dengan kawasan wisata di Terminal Baturraden.
Sementara itu, kawasan pendidikan dan pusat kota dilayani oleh Koridor 3A dan 3B yang beroperasi secara melingkar dari Terminal Bulupitu menuju rute Stasiun Pintu Barat, Pasar Pon, Unwiku, UMP, dan Kebondalem.
Terakhir, Koridor 4 melayani rute dari Terminal Bulupitu menuju Terminal Kejawar yang berdekatan dengan RSUD Banyumas.
Hasil Survei
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Laboratorium Transportasi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata pada Agustus 2026, pengguna bus Trans Banyumas didominasi oleh kalangan pelajar sebesar 40%.