BACA JUGA:Angkutan Pelajar Aman, Menjaga Keselamatan Siswa, Menghidupkan Angkutan Pedesaan Kabupaten Magelang
Menariknya, sebanyak 58% responden sebenarnya merupakan pemilik sepeda motor.
Jika dilihat dari latar belakang profesi, kelompok pekerja paling banyak berasal dari kalangan buruh sebesar 21%, disusul oleh pegawai swasta (14%), ibu rumah tangga (10%), serta ASN dan guru, dosen yang masing-masing mencatatkan angka 5%.
Dari segi demografi, mayoritas pengguna berada pada kelompok usia produktif, yakni rentang usia di bawah 20 tahun sebesar 28%, diikuti usia 21–30 tahun (27%), 31–40 tahun (22%), 41–50 tahun (14%), 51–60 tahun (6%), serta kelompok lansia sebanyak 4%.
Sementara dari aspek gender, penumpang wanita lebih mendominasi dengan proporsi 57%, sedangkan penumpang pria sebanyak 43%.
Kehadiran Trans Banyumas secara signifikan berhasil mengalihkan penggunaan transportasi pribadi ke publik. Sebelum memanfaatkan layanan ini, sepeda motor menjadi moda utama yang paling banyak digunakan warga, yakni mencapai 55%.
Sisanya berasal dari pengguna angkot atau angkudes (14%), bus umum (7%), mobil pribadi (4%), serta penumpang yang diantar maupun pengguna sepeda yang masing-masing sebesar 3%.
Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi ini tecermin dari pola perjalanan harian mereka, sebanyak 44% responden bepergian setiap hari dan 33% di antaranya mengandalkan Trans Banyumas secara rutin.
Manfaat dan Dampak Positif
Kehadiran Trans Banyumas sebagai sistem transportasi umum berbasis jalan dengan skema Buy the Service (BTS) di Kabupaten Banyumas membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
BACA JUGA:Cekungan Bandung Menyongsong Era Bus Listrik, Siapkah Infrastruktur dan APBD?
Dari segi pelayanan, moda ini menawarkan keamanan dan kenyamanan berkat armada dengan AC, fasilitas ramah disabilitas, serta pemantauan real time via CCTV dan GPS oleh pengemudi profesional.
Tak hanya itu, efisiensi biaya juga dirasakan langsung oleh rumah tangga berkat adanya subsidi tarif, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas.
Kemudahan mobilitas masyarakat makin ditunjang oleh kepastian waktu dan aksesibilitas yang memadai.
Koridor strategis Trans Banyumas kini saling terhubung dari pusat kota, kawasan pendidikan, pasar, hingga stasiun dan terminal utama dengan jadwal yang teratur serta dapat dipantau langsung melalui aplikasi Teman Bus.