JAKARTA, Weradiio.co.id - Dua belas pelukis memamerkan karya karya mereka di pameran lukisan bertajuk " The Untitled, Cerita-cerita yang siap diceritakan" di 2Madison mulai Kamis 1 Oktober 2026 sampai 17 Oktober 2026 . Beragam lukisan dengan genre mulai abstrak, realisme dan kontur disajikan untuk pecinta seni di Jakarta.
Pelukis yang paling banyak memamerkan karyanya yaitu Agus Wicaksono. Pelukis dengan gaya kontur ini menampilkan lukisan lukisan yang bertema hewan.
Ada gajah, badak, burung, monyet, babi dan binatang lainnya jadi inspirasi. Selain karena ada rasa gelisah melihat fenomena alam belakangan ini, Agus juga punya alasan lain mengapa banyak melukis hewan dalam bingkai kanvasnya. .
" Semua lukisan saya ada kaitannya dengan masa kecil. Masa kecil saya dekat dengan hewan hewan ini. Kakek saya kerja di kebun binatang, jadi masa kecil sangat melekat, " katanya kepada wartawan.
"Awalnya saya melukis hewan yang indah indah saja seperti kuda berlari, ikan sampai akhirnya bertemu pembimbing. Dia bilang jangan yang indah indah saja"
Rendi Respati dan Agung Wicaksono di pameran Untitled di 2Madison-Weradio/Defri Saefullah-
Pelukis asal Magetan ini meciptakan 25 karyanya yang dijual pada 2022. Satu lukisan dikatakannya rata rata dikerjakan dalam waktu satu bulan, kecuali lukisan berukuran 6 meter x 1, 5 meter yang membutuhkan waktu 3 bulan...
Dia mengaku terinspirasi dengan pelukis legendaris Afandi. Maka itu, dia memulai karier lukisannya dengan menggunakan pisau palette.
"Cukup lama saya memakai palette dari 1997- 2015, tapi lama lama sata jenuh. Sejak saat itu saya bertekad pakai kuas, " ujarnya.
Sementara itu, pelukis lainnya Rendi Respati menampilkan dua lukisan abstrak yang unik dan hanya menampilkan dua warna hitam dan putih
BACA JUGA:Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan, Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Dua lukisannya diberi judul Prakerti dan Purusa. Keduanya disebut Rendi sebagai simbol energi maskulin dan feminim.
"ini tidak digambarkan dalam wujud manusia tapi abstraksi, tidak diwujudkan dalam wujud fisik, tak ada wajah, gender. Ini sebenarnya bicara soal alam, gunung berapi, bagaimana keseimbangan alam itu, " ujar Rendi.
"Kenapa hanya hitam putih? Sebelumnya saya juga melukis di kanvas dengan banyak warna. Tapi dengan narasi ini, saya ingin yang sederhana. Dengan satu tarikan kuas harus langsung jadi, " katanya sembari menambahkan satu lukisannya dibuat dalam satu jam saja.