LABUAN BAJO, Weradio.co.id - Festival Golo Koe 2026 mencatatkan sejumlah capaian yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengembangan pariwisata Labuan Bajo dan Flores.
Hal ini disampaikan dalam rapat pemaparan Laporan Analisis Dampak Penyelenggaraan Festival Golo Koe 2026 yang berlangsung secara daring yang melibatkan panitia Festival Golo Koe, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), dan Kementerian Pariwisata sebagai inisiator pengumpulan data, Senin, 12 Oktober 2026.
Analisis yang dilakukan oleh Tim Strategi Event, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (event), Kementerian Pariwisata RI tersebut mengkaji dampak penyelenggaraan festival dari aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan event yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Festival Golo Koe merupakan salah satu agenda dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yang mengangkat kekayaan budaya, tradisi, dan religiusitas masyarakat Manggarai sebagai daya tarik pariwisata.
BACA JUGA:Didukung Wiby Foundation, Kalbe Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat NTT
Pada penyelenggaraan 2026, festival semula direncanakan berlangsung selama enam hari, dilaksanakan selama lima hari, 10-15 Agustus 2026.
Puncak festival yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2026 dibatalkan menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.
Meski berlangsung dengan penyesuaian tersebut, Festival Golo Koe tetap mencatatkan sejumlah capaian.
Berdasarkan hasil analisis, selama lima hari penyelenggaraan festival tercatat sekitar 45.000 pengunjung, 89% di antaranya merupakan penduduk lokal. Sedangkan, sisanya berasal dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Pengunjung tercatat memiliki rata-rata masa tinggal selama 5,62 hari dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp 342.000 per kunjungan.
Aktivitas tersebut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi nasional sebesar Rp 22,95 miliar dan perputaran ekonomi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp 18,01 miliar.
Sementara itu, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat sebesar Rp 11,77 miliar dan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp 9,04 miliar.
Sementara, hasil survey persepsi multi pihak secara umum menunjukkan pengelolaan dampak ekonomi Festival Golo Koe 2026 berada dalam kategori Sangat Baik, yaitu pada nilai 4,724 dari 5,00.
BACA JUGA:Kalbe Dukung Program Kesehatan di KKN Tematik Merajut Nusantara NTT
Capaian ini menunjukkan bahwa festival berbasis budaya memiliki potensi untuk menggerakkan aktivitas ekonomi melalui kunjungan wisatawan dan transaksi pada berbagai sektor pendukung pariwisata.