"Harapan saya semoga di kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat tali persaudaraan dan membuktikan bahwa pelajar Indonesia adalah pelopor perubahan yang kritis serta demokratis," ungkap Muhammad Hanif.
Pesan kebangsaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan.
Para pelajar dapat memulainya dengan menghargai teman yang berbeda pandangan atau latar belakang, menolak perundungan, tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian, serta menyelesaikan perselisihan melalui dialog.
Di tengah interaksi yang semakin banyak berlangsung di ruang digital, menjaga persatuan membutuhkan partisipasi generasi muda, baik di dunia nyata maupun di internet.
BACA JUGA:MSCI Masukkan BEI ke Kategori Standalone, Ketua Banggar DPR Minta Otoritas Tetap Kritis
Media Sosial
Pelajar memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi dengan membangun pergaulan yang inklusif dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Melalui Kemah Kebangsaan BP2M 2026, BNPT mendorong terbentuknya generasi muda yang tidak hanya memahami keberagaman, tetapi juga aktif merawatnya.
Sekolah, keluarga, dan ruang digital diharapkan menjadi lingkungan yang mendukung tumbuhnya toleransi, memperkuat persaudaraan, serta mencegah berkembangnya kebencian dan kekerasan.