Refleksi Sumpah Pemuda, Gantara Soroti Tingginya Angka Pengangguran dan Ketimpangan Kerja di Daerah

Rabu 28-10-2026,22:26 WIB
Reporter : Ayub Mauliate Sihombing
Editor : Rio Winto

JAKARTA, Weradio.co.id - Peringatan Hari Sumpah Pemuda kembali berhadapan dengan persoalan mendasar bangsa, yakni masih tingginya angka pengangguran terbuka di kalangan generasi muda.

Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Gerakan Anti Nganggur Nusantara (Gantara), Sandi Febri Wijaya, menyampaikan pandangan kritisnya terkait realisasi ekonomi dan ketenagakerjaan yang dirasakan langsung oleh para pencari kerja di berbagai daerah Indonesia.

Sandi menekankan, makna persatuan dalam Sumpah Pemuda 1928 tidak boleh berhenti sebagai jargon seremonial semata.

Menurutnya, persatuan yang sejati harus diwujudkan melalui pemerataan akses ekonomi serta kesempatan kerja yang adil bagi seluruh pemuda, baik di pusat kota maupun pelosok daerah.

BACA JUGA:Berpihak kepada Masyarakat, Gantara Dukung Pemerintah untuk Ciptakan Lapangan Kerja

"Setiap tahun Sumpah Pemuda dirayakan dengan penuh retorika. Namun, realitas di lapangan memperlihatkan jutaan pemuda terdidik kita masih kesulitan mendapatkan pekerjaan layak. Terjadi ketimpangan luar biasa saat peluang kerja formal menumpuk di kota-kota besar, sementara pemuda di daerah seolah dikesampingkan," ujar Sandi dalam keterangan resmi yang dibaca Weradio.co.id, Rabu, 28 Oktober 2026.

Ia menambahkan, jika bonus demografi tidak diimbangi dengan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, ketimpangan pembangunan antarwilayah akan makin meluas dan memicu migrasi tenaga kerja yang tidak terkontrol.

Berdasarkan pemetaan Gantara, terdapat empat tantangan utama yang dihadapi angkatan kerja muda saat ini.

Pertama, tingginya pengangguran terdidik. Lulusan SMK dan perguruan tinggi masih mendominasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) akibat terbatasnya daya serap pasar kerja.

BACA JUGA:OUE REIT Milik Mochtar Riady Tambah Kepemilikan di Gedung Tertinggi Sydney Senilai Rp 9,8 Triliun

Kedua, sentralisasi lapangan kerja. Minimnya pekerjaan formal di daerah memaksa pemuda merantau ke kota besar tanpa kepastian hunian dan pendapatan yang sepadan.

Ketiga, maraknya pekerjaan informal. Banyak lulusan muda terjebak dalam gig economy (seperti pekerja lepas atau pengemudi ojek daring) tanpa jaminan kesehatan, pensiun, maupun kepastian karier.

Keempat, syarat rekrutmen diskriminatif. Batasan usia maksimal (seperti 22–25 tahun untuk posisi awal) dan syarat pengalaman bagi lulusan baru menjadi hambatan besar masuk ke pasar kerja formal.

Gantara turut mendorong tiga langkah strategis guna mengurai persoalan pengangguran secara menyeluruh. Pertama, penguatan ekonomi berbasis daerah.

BACA JUGA:Netflix Gelontorkan Lebih dari US$ 250 Juta untuk Serial Baru yang Tuai Pujian Kritikus Global

Pemerintah perlu membangun Sentra Ekonomi Pemuda di setiap kabupaten/kota berbasis potensi lokal (seperti agribisnis, industri kreatif, dan pariwisata) untuk menyerap tenaga kerja setempat.

Kategori :
https://www.weradio.co.id/" title="Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Pancasila demi Perdamaian Dunia"> Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Pancasila demi Perdamaian Dunia

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key "nama_kategori"

Filename: amp/detail.php

Line Number: 1272

Backtrace:

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/views/frontend/amp/detail.php
Line: 1272
Function: _error_handler

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/controllers/Amp.php
Line: 273
Function: view

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

https://www.weradio.co.id/" title="Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Pancasila demi Perdamaian Dunia" style="color:#333">
https://www.weradio.co.id/" title="Makna Ritual Pemotongan Domba dan Doa Bersama Leluhur Agung Menurut Praktisi Spiritual"> Makna Ritual Pemotongan Domba dan Doa Bersama Leluhur Agung Menurut Praktisi Spiritual

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key "nama_kategori"

Filename: amp/detail.php

Line Number: 1272

Backtrace:

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/views/frontend/amp/detail.php
Line: 1272
Function: _error_handler

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/controllers/Amp.php
Line: 273
Function: view

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

https://www.weradio.co.id/" title="Makna Ritual Pemotongan Domba dan Doa Bersama Leluhur Agung Menurut Praktisi Spiritual" style="color:#333">
https://www.weradio.co.id/" title="Refleksi Sumpah Pemuda, Gantara Soroti Tingginya Angka Pengangguran dan Ketimpangan Kerja di Daerah"> Refleksi Sumpah Pemuda, Gantara Soroti Tingginya Angka Pengangguran dan Ketimpangan Kerja di Daerah

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key "nama_kategori"

Filename: amp/detail.php

Line Number: 1272

Backtrace:

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/views/frontend/amp/detail.php
Line: 1272
Function: _error_handler

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/controllers/Amp.php
Line: 273
Function: view

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

https://www.weradio.co.id/" title="Refleksi Sumpah Pemuda, Gantara Soroti Tingginya Angka Pengangguran dan Ketimpangan Kerja di Daerah" style="color:#333">

Terkini