Taufik Hidayat Tertangkap, KDM Jelaskan Kelanjutan Sayembara Rp 250 Juta

Taufik Hidayat Tertangkap, KDM Jelaskan Kelanjutan Sayembara Rp 250 Juta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menaruh perhatian pada kasus penganiayaan dengan tersangka Taufik Hidayat./ist/Humas Jabar--

JAKARTA, Weradio.co.id - Kasus penganiayaan dan penculikan dengan tersangka Taufik Hidayat mendapat perhatian besar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kejadian yang diduga dilakukan pelaku pada kekasihnya menyita perhatian publik nasional.

Bahkan, sebelumnya KDM, panggilan akrab Dedi Mulyadi, mengadakan sayembara bagi masyarakat yang menemukan dan menangkap pelaku akan diberi hadiah Rp 250 juta. Namun, menurut dia hal itu sudah berakhir karena Polda Jabar sudah berhasil menangkap.

"Ya, sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan. Kalau polisi yang menemukan nanti kita bicarakan, ya kan takut ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Kapolda," tuturnya.

Pada bagian lain, KDM meminta masyarakat untuk peduli dengan lingkungan sekitar dan jangan bersifat tak acuh. Imbauan itu disampaikan gubernur karena kasus ini berlangsung selama 3 tahun, tanpa ada yang mengetahuinya. Bahkan pihak keluarga pun kehilangan jejak korban cukup lama.

BACA JUGA:Seorang Bapak Dilindas Kontainer, KDM Minta BPJS Ketenagakerjaan buat Pekerja Informal Ditambah

KDM mengatakan kasus ini tidak akan terjadi jika pihak RT/RW aktif melakukan pendataan warganya, terutama jika ada pendatang. Aturan wajib lapor bagi tamu pendatang atau yang menginap lebih dari 1 x 24 jam harus kembali diterapkan.

"Problem kita acuh, lingkungan sudah tidak baik, aparat banyak semakin tidak peka, baru bergerak jika viral dan ramai. Kasus ini adalah cermin lingkungan abai," kata Kang Dedi Mulyadi, Rabu (24/6/2026).

KDM menegaskan, pendataan tempat kos atau kontrakan harus tetap dilakukan, bukan hanya karena urusan retribusi atau pajak tetapi untuk mengidentifikasi keberadaan kos-kosan.

"Lurah, RT, RW pegang handphone. Ibu kos tinggal foto penghuni kos lalu laporkan untuk pendataan sebagai warga pendatang sementara, ini fotonya ini KTP-nya. Jadi jika ada masalah cepat teridentifikasi," kata KDM.

BACA JUGA:KDM Tantang Warga Berani Laporkan Kecurangan di SPMB: Sebutin Siapa Namanya, Jangan Isu!

Ia juga menyayangkan sikap orang tua yang acuh dengan pergaulan anaknya. Membiarkan anak pergi bahkan menginap dengan lelaki tanpa pengawasan dan rasa curiga.

"Anak-anak perempuannya jangan dilepas dengan bebas. Kalau pergi keluar daerah ya ditemenin, kalau pergi nginep ya harus ditemenin gitu, jangan sampai sudah berbulan-bulan tidak diketahui rimbanya," ujar KDM.

Ia pun menyatakan pelaku laik untuk diberikan hukuman maksimal setimpal dengan perbuatannya yang sudah diluar batas. Meski demikian, pemberian hukuman tergantung hakim dalam persidangan nanti.