Pengurus DPD DKI Jakarta Dilantik, GNTI Perkuat Konsolidasi Organisasi di Indonesia
Ketua DPD GNTI DKI Jakarta Hadi Sudrajat (kiri) menerima pataka dari Ketua DPP GNTI Prof Ir Rokhmin Dahuri saat pelantikan pada Rabu 19 Agustus 2026 di Jakarta-Istimewa-
JAKARTA, Weradio.co.id - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia (DPP GNTI) resmi melantik jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GNTI DKI Jakarta untuk masa bakti 2026–2030 di Jakarta pada Rabu 19 Agustus 2026. Hadi Sudrajat dipercaya sebagai Ketua DPD DKI Jakarta.
Pelantikan ini menjadi langkah awal dari agenda besar DPP GNTI untuk membentuk kepengurusan di seluruh provinsi di Indonesia, menyusul penetapan susunan pengurus DPP GNTI periode 2026–2030.
Pelantikan DPD DKI Jakarta merupakan tonggak awal dari rangkaian pembentukan struktur organisasi GNTI di tingkat provinsi. DPP GNTI menegaskan bahwa penguatan struktur hingga ke daerah menjadi prioritas utama agar organisasi dapat hadir lebih dekat dengan basis massa petani dan nelayan di berbagai wilayah.
"Pertama saya bersyukur dan bahagia karena pengurus yang saya lantik ini bukan baru tapi penerus dari pengurus sebelumnya diketuai pak Sutrisno yang kini jadi Sekretaris GNTI Pusat, " kata Ketua Umum DPP GNTI, Prof.Dr.Ir.Rokhmin Dahuri, Msc.
"Saya harapkan pengurus baru yang dipimpin pak Hadi Sudrajat bisa lebih menggeliat lagi dan lebih produktif membantu nelayan, petani, peternak dan produsen pangan lainnya. "
Dia pun mengingatkan ketua GNTI DPD DKI Jakarta dan jajaran nya yang baru dilantik untuk melakukan sinergitas terhadap pemprov dan DPRD DKI Jakarta sebagai mitra strategis mereka khususnya di bidang Tani dan Nelayan.
"GNTI Jakarta diharapkan bisa memberi masukan kepada Pemprov DKI soal tiga hal tadi yaitu pertanian, perikanan dan kehutanan bahkan lingkungan hidup. Soalnya Jakarta ini punya masalah dengan sampah, kebanjiran dan kualitas udara yang terburuk di dunia. GNTI harus berkecimpung di situ karena tanpa lingkungan yang sehat, masalah produksi pertanian dan perikanan tidak akan berjalan optimal dan berkelanjutan, " ujar Rokhmin.
“Ada baiknya jajaran pengurus di DPD DKI Jakarta ini membuat konsep kerja dan mengajukan second opinion sebagai mitra strategis yang aktif bagi gubernur di DKI Jakarta dan dinas terkait. Kita ambil contoh konsep vertical farming yang dilakukan singapura yang cukup berhasil menjadi topangan kebutuhan sayur bagi warga nya atau perikanan budidaya termasuk didalamnya budi daya ikan hias dimana DKI Jakarta merupakan penyumbang terbesar."
Sementara itu, Ketua DPD GNTI Jakarta Hadi Sudrajat mengaku fokus mereka saat ini yaitu memperkuat cabang-cabang di wilayah yang ada di Jakarta.
"Kami memiliki program jangka panjang dan pendek, jangka panjang mengikuti program pemerintah. dan sebagai organisasi atau gerakan, kami harus membela petani dan nelayan, " ujarnya.
"Kita kan baru dilantik, programnya kita akan membentuk cabang-cabang. Utara misalnya kan nelayan yang paling banyak, kita fokus di utara dulu karena jadi barometer nelayan. Terus selanjutnya Jakarta Barat, Timur dan Selatan, "