Tantowi Yahya dan Thomshell Band Gelar Konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia di Eropa

Tantowi Yahya dan Thomshell Band Gelar Konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia di Eropa

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyempatkan hadir saat press confrence jelang keberangkatan Tantowi Yahya dan Thomshell Band ke Eropa. Fadli Zon ikut mendukung penuh misi Tantowi Yahya dan Thomshell Band. -weradio.co.id-Nonnie Rering

Kemitraan strategis juga terjalin dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial, yang turut mendukung terselenggaranya misi diplomasi budaya ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengangkat nama Indonesia di panggung internasional melalui jalur seni dan budaya.

BACA JUGA:Kejuaraan Berkuda Mandiri Merdeka Master 2026 Disiplin Dressage Sukses Hadirkan 500 Entries

"Dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana, BRI, Pertamina, dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial menjadi penanda penting bahwa diplomasi budaya Indonesia kini dijalankan dengan dukungan ekosistem yang utuh dari pemerintah, sektor korporasi, sektor sosial, dan pelaku seni profesional. Inilah model diplomasi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi," tambah Ambassador Tantowi Yahya.

Luar biasa ide yang dihadirkan mantan Duta Besar Indonesia untuk New Zealand ini. Ditengah hiruk pikuk hancurnya negeri ini karena ulah pemerintah, Tantowi justru tak mau melihat itu sebagai penghalang. Sebaliknya, untuk menghalau pikiran negatif negara-negara lain terhadap Indonesia, Ia melahirkan ide mulia ini dengan tujuan warga asing bisa kembali melirik Indonesia sebagai tujuan wisata mereka.

Misi diplomasi yang digagas bersama Thomshell Band ini punya pendekatan khusus yang artinya, menyasar audiens yang sepenuhnya merupakan warga negara asing. Tantowi mengatakan, penyaringan ketat terhadap daftar penonton menjadi syarat mutlak dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang memfasilitasi keberangkatan tim melalui program Dana Indonesiana.

"Menteri Kebudayaan Pak Fadli Zon berpesan kalau promosi budaya tidak akan efektif jika disajikan di hadapan masyarakat Indonesia sendiri. Oleh karena itu, penonton yang hadir di Oslo dan Den Haag disaring sangat ketat,” kata Tantowi saat konferensi pers di Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

BACA JUGA:OJK Tegaskan Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan

“Kami memastikan seluruh audiens berasal dari korps diplomatik, kalangan pebisnis internasional, dan komunitas asing," sambungnya. Adapun rangkaian pertunjukan akan dibuka di Victoria National Jazz Scene, Oslo, Norwegia pada 24 Agustus 2026. Dalam sesi ini, KBRI Oslo mengundang sekitar 200 tamu terpilih dari kalangan diplomatik.

Perjalanan dilanjutkan ke Hotel Indalo Park Santa Susanna, Barcelona, Spanyol pada 28 Agustus, 31 Agustus, dan 1 September. Pertunjukan di Spanyol berkonsep komersial dan diperkirakan menyerap 1.500 hingga 2.000 penonton.

Kemudian puncak acara ditutup pada resepsi diplomatik di Wisma Duta RI Den Haag, Belanda, pada 4 September, dengan target 2.000 undangan. "Tentu saja Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang harus kita pertontonkan kepada masyarakat di Eropa tempat kami tampil nanti yaitu di Norwegia, Spanyol dan Belanda. Penontonnya pun tak sembarangan dan tak asal beli tiket. Tapi melalui penyaringan ketat. Karena ini juga harus kami pertanggungjawabkan kepada para sponsor yang mendukung kami," jelasnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga menyempatkan hadir dan menyaksikan langsung beberapa lagu yang akan dibawakan Tantowi Yahya dan Thomshell Band diantaranya 'Burung Kakatua' dan beberapa lagu daerah modern bagian barat Indonesia menyatakan kagum dengan penampilan mereka dan berharap journey ini akan sukses seperti yang sama-sama diharapkan.
















Berita Terkait