Sahabat Odamun Resmi Diluncurkan, Media Edukasi Autoimun Hadir untuk Masyarakat
Dewan Penasehat Redaksi Sahabat Odamun, Prof. DR. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI (kiri), Pemimpin Redaksi dan Pendiri Sahabat Odamun, Francisca Xaveriana Taolin (dua dari kanan), bersama jajaran Dewan Penasehat Redaksi di sela acara peluncuran Sahabat Od-Weradio.co.id-Rio Winto
JAKARTA, Weradio.co.id - Semakin banyak orang yang didiagnosa penyakit autoimun, termasuk di Indonesia. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami tentang penyakit ini.
Padahal penyintas autoimun atau odamun (orang dengan autoimun) membutuhkan penanganan khusus.
“Sebagai salah satu penyintas autoimun, kami merasa terpanggil untuk membuat Sahabat Odamun, sebuah media yang kami dedikasikan untuk teman-teman sesama odamun dan juga masyarakat umum untuk bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang autoimun," kata Francisca Xaveriana Taolin, Pemimpin Redaksi dan Pendiri Sahabat Odamun.
"Media ini juga kami persembahkan kepada para dokter dan profesional medis yang saat ini bekerja keras melakukan penelitian tentang autoimun dan mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan menyembuhkan para odamun,” kata Francisca di sela acara talkshow dengan tema Tetap Survive dan Happy dengan Autoimun yang digelar di Prodia Health Care Jakarta, Kramat, Sabtu, 8 Agustus 2026.
BACA JUGA:Waspada Bahaya Diabetes, Kalbe Terus Gencarkan Ekosistem Diabetes Total Solution
Selain belum bisa disembuhkan, penyintas autoimun juga sering menghadapi masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, masih minimnya informasi yang diketahui masyarakat, penyintas autoimun sering dianggap bereaksi berlebihan.
“Pada penyakit autoimun memang belum ada istilah sembuh. Istilah yang dipakai adalah remisi. Ibarat macan tidur, jangan kita bangunkan. Jangan sampai flare up. Tidak boleh kurang tidur, jaga makanan, jangan terlalu capek, dan stress. Banyak orang tanya apakah sakit autoimun bisa sembuh atau tidak. Penyakit ini tidak beda dengan alergi, diabetes, hipertensi dimana kalau ada pencetusnya bisa kambuh lagi. Bisa hilang dan timbul lagi. Ikuti saran dokter yang kompeten, jaga makan, dan pola hidup yang baik,” jelas Prof. DR. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI, Dewan Penasehat Redaksi Sahabat Odamun.
Penyakit autoimun ada yang menyerang di organ tertentu dan ada juga yang sistemik. Kalau yang diserang di bagian kulit namanya Psoriasis. Kalau di syaraf namanya Mystenia Grafis. Kalau yang sistemik ada Lupus, Sjogren Syndrom. Selain itu, masih ada banyak jenis penyakit autoimun. Namun, perlu dipahami bahwa penyakit ini bukan penyakit menular
“Sebetulnya kita masih belum tahu persis apa yang menjadi penyebab penyakit ini. Tapi yang memengaruhi adalah genetik dan lingkungan. Bisa juga hormonal terutama untuk wanita. Selain itu juga karena disregulasi autoimun, artinya ketidakseimbangan sistem autoimun, dimana antibodi yang seharusnya membantu kita tiba-tiba justru menjadi musuh,” kata Prof. Iris yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni).
BACA JUGA:Kalbe Edukasi Masyarakat Kelola Timbulan Sampah Organik SPPG di Kabupaten Wonogiri
Kesadaran masyarakat terhadap penyakit autoimun pada saat ini masih rendah karena gejalanya yang bervariasi dan menyerupai beragam penyakit lainnya, sehingga perlu adanya edukasi, serta pemahaman masyarakat tentang penyakit ini.
Herliana Dewi selaku Pemimpin Umum berharap kehadiran Sahabat Odamun dapat memberikan warna baru bagi dunia media yang selama ini berkembang dengan sangat cepat.
Media ini terbit dalam bentuk e-magazine sehingga lebih mudah diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana saja.
Selain Prof. Iris, tiga dokter ahli lainnya juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Redaksi, yaitu Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, Dr. dr. Alvina Widhani, SpPD, K-AI, dan Dr Agus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM.