Simulasi II Vertical Run dikuti 200 lebih Peserta Jelang 15 November Mendatang
Rangkaian kegiatan diawali dengan berlari sejauh 3 kilometer melintasi kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Setelah itu, peserta melanjutkan tantangan dengan menaiki tangga di Menara Autograph.-weradio.co.id-Nonnie Rering
JAKARTA, Weradio.co.id - Untuk pertama kalinya Indonesia akan menggelar lomba lari yang berbeda. Bila biasanya lomba lari digelar di jalanan, kini ada lomba lari menaikki tangga. Jakarta Vertical Run 2026 akan digelar 14-15 November mendatang.
Jakarta Vertical Run 2026 akan menghadirkan tantangan berbeda bagi pecinta lari. Butuh persiapan ekstra untuk bisa menyelesaikan ajang yang digelar 14-15 November mendatang itu. Perlombaan akan berlangsung di di Menara Autograph, Thamrin Nine, yang merupakan gedung tertinggi di Indonesia. Gedung ini memiliki ketinggian 385 meter atau 106 lantai.
Peserta akan menghadapi tantangan hingga lantai 106, yang mencakup area sky deck dan observatorium UP at Thamrin Nine. Total anak tangga yang harus ditaklukkan mencapai lebih dari 2.120 anak tangga. Aktivitas tersebut membutuhkan kekuatan otot kaki, pengaturan napas, serta daya tahan fisik dan mental.
Simulasi kali kedua digelar pada Minggu 11 Oktober 2026 setelah simulasi pertama digelar pada September lalu. Road to Geely Jakarta Vertical Run Season II menjadi ajang pemanasan sekaligus uji coba sistem perlombaan.
BACA JUGA:Mengkhawatirkan, Titik Panas di Sumatera Melonjak Jadi 3.653 Titik
Rangkaian kegiatan diawali dengan berlari sejauh 3 kilometer melintasi kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Setelah itu, peserta melanjutkan tantangan dengan menaiki tangga di Menara Autograph.
Acara ini digelar berdasarkan kerja sama Autograph Tower, RS Jakarta dan Dispora DKI Jakarta. Pihak RS Jakarta yang hadir pada simulasi kedua ini menyatakan dukungan penuh.
"Kami siapkan lima ambulance, lima tim dokter, ada tim perawat juga fisiotherapist. Terlebih karena ada kegiatan menaiki anak tangga jadi pastinya yang kita harus antisipasi, harus lihat yang paling banyak itu cedera olahraga. Bisa cedera tegang kaki, cedera lutut itu yang paling utama yang harus jadi perhatian," jelas dr. Adrian Tarigan dari RS Jakarta.
Persiapan Berbeda
Selain memperkenalkan olahraga vertical running atau lari vertikal kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan teknis menuju penyelenggaraan Jakarta Vertical Run pada November 2026. Panitia memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji sistem pelepasan peserta atau wave start yang akan diterapkan saat perlombaan utama.
BACA JUGA:Insiden Penyiraman di PN Pati Dikecam, Intimidasi terhadap Hakim Tak Bisa Ditoleransi
Pada gelombang pertama yang diikuti atlet elite dan gelombang kedua untuk pelari umum, peserta dilepas satu per satu dengan interval 15 detik. Sementara itu, gelombang ketiga dan keempat menggunakan interval lima detik untuk setiap peserta.
Panitia juga menempatkan petugas atau marshal di setiap lima lantai sepanjang rute tangga. Langkah ini dilakukan untuk membantu pengawasan peserta sekaligus mendukung kelancaran dan keselamatan selama perlombaan. Salah satu catatan menarik dari simulasi tersebut adalah keberhasilan peserta tercepat menyelesaikan pendakian hingga 26 lantai hanya dalam waktu empat menit.
Latihan Strength dan Endurance