Prof Didin Tegaskan Empat Kekuatan Utama Santri yang Harus Berjalan dengan Baik

Prof Didin Tegaskan Empat Kekuatan Utama Santri yang Harus Berjalan dengan Baik

Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. KH. Didin Nurul Rosidin, M.A., Ph.D.,-weradio.co.id-BNPT

BACA JUGA:Ini Ancaman MSCI Depak Indonesia dari Status Pasar Berkembang, Sembilan Emiten Masuk Daftar

Untuk menanggulangi kasus intoleransi di kalangan generasi muda, ia mengusulkan agar BNPT menyusun pembelajaran berbasis kasus karena sangat sesuai dengan substansi yang BNPT miliki. Dengan demikian, peserta atau anak-anak muda dapat berlatih menghadapi potongan ceramah provokatif, berita konflik tanpa sumber, atau ajakan yang membenarkan penyerangan terhadap kelompok lain.

Pelibatan generasi muda sebagai perancang program juga sangat penting agar pesan pencegahan dapat disampaikan menggunakan bahasa dan format yang relevan bagi Gen Z dan Gen Alfa. Langkah lainnya meliputi perluasan ruang perjumpaan lintas kelompok, penyediaan jalur bantuan dan pendampingan terpercaya bagi remaja yang terasing, serta evaluasi program berbasis perubahan perilaku yang terukur.

Guna melengkapi ketahanan di ruang digital, Prof. KH. Didin Nurul Rosidin mendorong penerapan konsep kewaspadaan epistemik (epistemic vigilance) sebagaimana dirumuskan oleh Dan Sperber. Konsep ini menekankan pentingnya sikap kritis dan kehati-hatian dalam memfilter setiap informasi yang diterima di media sosial sebelum memercayai atau menyebarkannya.

"Dengan generasi muda yang moderat dan kritis itulah, maka akan muncul generasi yang kuat keyakinannya, jernih pertimbangannya, luas pergaulannya, dan yang lebih penting lagi adalah bertanggung jawab atas tindakannya," ujar Prof. Didin.

BACA JUGA:Kodaeral IV Gagalkan Dugaan Keberangkatan Ilegal 12 WNA Vietnam ke Malaysia

Melalui integrasi antara keilmuan pesantren, literasi digital yang kritis, serta sinergi bersama lembaga negara seperti BNPT, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi pilar utama penyangga perdamaian dan keutuhan NKRI.

Berita Terkait