Membangun Politik Indonesia yang Lebih Baik melalui Nilai Kanisian
Ignatius Dimie, Siswa Kelas XI SMA Kolese Kanisius, Jakarta-Weradio.co.id-DOK Pribadi
Generasi muda yang kelak memimpin bangsa ini harus menyadari bahwa kebermanfaatan bagi orang lain adalah tujuan utama dalam kepemimpinan.
Selain itu, sikap kepemimpinan yang melayani juga menjadi nilai penting. Pemimpin yang baik bukanlah mereka yang hanya memerintah, melainkan mereka yang turut bertindak dan terlibat. Pemimpin sejati adalah pelayan bagi masyarakat, bukan sosok yang ingin dilayani.
Kepemimpinan berarti mengutamakan kepentingan umum dan terjun langsung dalam proses mencapai tujuan. Dalam hal ini, terdapat perbedaan mendasar antara bos dan pemimpin: bos memerintah, sedangkan pemimpin melayani.
Melihat penurunan kualitas demokrasi Indonesia dari tahun ke tahun, terdapat satu nilai Kanisian lain yang tidak kalah penting, yaitu magis.
Dalam pendidikan Jesuit, magis dimaknai sebagai dorongan untuk terus menjadi lebih baik dari diri sendiri sebelumnya. Ketika bangsa ini mengalami kemunduran dalam berbagai aspek, generasi muda harus memiliki tujuan hidup yang jelas serta semangat untuk terus berkembang dan berkontribusi.
Pada akhirnya, perbaikan politik Indonesia tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada karakter manusia yang menjalankannya. Dengan menanamkan nilai kejujuran, kebermanfaatan bagi sesama, kepemimpinan yang melayani, serta semangat magis, generasi muda dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan politik Indonesia yang lebih bermartabat.
(*) Penulis adalah Siswa Kelas XI SMA Kolese Kanisius, Jakarta