Perketat PPKM Mikro di DKI Jakarta, Anies Baswedan Minta Semua Kantor Terapkan WFH 75 Persen, Covid-19 Makin Tinggi!


Anies Baswedan berlakukan PPKM Mikro di DKI Jakarta, kasus Covid-19 Makin Tinggi||Instagram @aniesbaswedan

Trendingnews.Id - Menindaklanjuti sebaran covid-19 yang kembali menggila, akhirnya Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan PPKM.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM berbasis mikro mulai berlaku pada 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Keputusan PPKM, tertuang dalam Kepgub No.796 Tahun 2021 yang ditandatangani Gubernur DKI, Anies Baswedan pada 21 Juni 2021, "Menetapkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro selama 14 hari terhitung 22 Juni sampai 5 Juli 2021."

Dalam putusan itu disebutkan bahwa aturan ini berlaku di seluruh Jakarta dan tidak bergantung pada tingkat atau zonasi berdasarkan kasus Covid-19 di wilayahnya.

(BACA JUGA:Sebaran Covid-19 di Indonesia 'Ugal-Ugalan', Presiden Jokowi Sampaikan 1 Permintaan Sederhana Tapi Penting pada Masyarakat!)
 
Seperti diketahui, sebelumnya diberlakukan aturan kantor WFH 75 persen hanya berlaku untuk perkantoran di zona merah.

Namun kini dalam aturan baru, seluruh perkantoran di Jakarta diminta untuk menerapkan 25 persen work from office (WFO dan 75% karyawan bekerja dari rumah (work from home) melihat peningkatan Covid-19 yang semakin tak terkendali.

"Work From Home (WFH) sebesar 75% dan Work From Office sebesar 25% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," isi Kepgub tersebut.

Keputusan ini berlaku untuk seluruh perkantoran, baik swasta, BUMN atau BUMD, dan juga perkantoran milik instansi pemerintah.

Tag Terkait:
Sumber: