Maut di Tengah Samudra, Wabah Misterius Hantavirus Serang Kapal Pesiar, 3 Orang Tewas

Maut di Tengah Samudra, Wabah Misterius Hantavirus Serang Kapal Pesiar, 3 Orang Tewas

Sebuah kapal pesiar yang sedang melintasi Samudra Atlantik diguncang insiden medis serius setelah terjadi dugaan wabah Hantavirus yang menyerang para penumpang dan kru. -Weradio.co.id-Forbes AFP Getty Images

CAPE VERDE, Weradio.co.id – Sebuah kapal pesiar yang sedang melintasi Samudra Atlantik diguncang insiden medis serius setelah terjadi dugaan wabah Hantavirus yang menyerang para penumpang dan kru. 

Hingga saat ini, otoritas kesehatan internasional mengonfirmasi setidaknya tiga orang telah meninggal dunia, sementara tiga lainnya dilaporkan mengalami kondisi kritis akibat infeksi tersebut.

Seperti dilansir dari Forbes yang dibaca Weradio.co.id, Senin, 4 Mei 2026, kapal pesiar yang terlibat dalam insiden ini adalah MV Hondius, kapal ekspedisi berbendera Belanda yang sedang dalam perjalanan dari Argentina menuju Cape Verde. 

Berdasarkan data pelacakan maritim, kapal tersebut sempat berlabuh di Praia, Ibu Kota Cape Verde, Minggu malam, 3 Mei 2026, di tengah upaya darurat penanganan wabah.

BACA JUGA:Antisipasi Kenaikan Harga BBM Tahun 2027

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tengah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas kesehatan setempat serta operator kapal untuk menangani situasi ini.

“Investigasi mendetail, termasuk uji laboratorium lebih lanjut dan penelusuran epidemiologi, saat ini sedang berlangsung,” demikian pernyataan resmi WHO. 

Pihak WHO juga menambahkan bahwa tim medis telah dikerahkan untuk memberikan dukungan perawatan bagi penumpang maupun kru kapal yang terdampak.

Kronologi dan Identifikasi Korban

Laporan otoritas kesehatan Afrika Selatan menyebutkan bahwa korban tewas pertama adalah seorang penumpang lanjut usia yang mengalami sakit parah saat perjalanan. 

BACA JUGA:Viral, Kulit Pisang Disulap Jadi Plastik Ramah Lingkungan oleh Siswa XI IPA SMA Candle Tree

Pihak berwenang mengevakuasi korban ke rumah sakit di Johannesburg, namun nyawanya tidak tertolong.

Tak lama berselang, istri dari penumpang tersebut juga dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit yang sama. 

Selain pasangan tersebut, seorang penumpang asal Inggris berusia 69 tahun kini dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di Johannesburg dalam kondisi kritis.