Vier Abdul Jamal, menuturkan, belajar investasi perlu dilakukan sejak muda. Sebab, waktu adalah aset terbesar yang tidak bisa dibeli kembali.
“Semakin dimulai sejak usia muda, seorang mulai berinvestasi, makin besar efek pertumbuhan yang bisa didapat di masa depan,” kata dia.
Dia menegaskan, ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dari investasi di usia muda.
BACA JUGA:Cari Cuan Baru, Miliarder Thailand Nekat Lepas Aset Properti Eropa Senilai Rp 5,5 Triliun
Pertama, kebebasan finansial bisa leih cepat dibanding yang baru mulai di usia matang.
Kedua, keuntungan investasi akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Intinya, semakin Panjang waktu investasi, hasil akhirnya bisa tumbuh besar, meski modal awal kecil.
Ketiga, melatih mindset jangka panjang. Belajar investasi membuat orang lebih disiplin, tidak konsumtif, berpikir strategis, dan memahami risiko dan peluang.
Keempat, melawan inflasi. Prinsipnya, nilai uang terus turun tiap tahun karena inflasi. Artinya, jika uang hanya disimpan tanpa berkembang, daya beli pemilik melemah.
BACA JUGA:Gurita Bisnis Beckham, Mantan Bintang Sepak Bola yang Kini Jadi Miliarder Baru
Kelima, memiliki kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Intinya, kesalahan kecl hari ini bisa menjadi pengalaman berharga untuk masa depan.
Keenam, dia menerangkan, bisa membangun aset produktif lebih awal. Prinsipnya, aset produktif bekerja untuk kita, menghasilkan uang bahkan saat tidur.
Dia menambahkan, ada perbedaan besar budaya investasi di Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan Indonesia.
Di AS dan Eropa, investasi dinggap kebutuhan hidup, bukan pilihan. Banyak masyaakat muda mulai berinvestasi sejak usia 20-an. Mereka fokus pada pertumbuhan kekayaan 10-30 tahun.
BACA JUGA:Heboh! Konglomerat Indonesia Borong Tambang Batu Bara Australia Senilai Rp 62 Triliun, Siapa Dia?
Di AS, dia menuturkan, investor memahami bahwa volatilitas bukan berarti risiko. Mereka siap melihat portofolio turun 20-30%, selama fundamental tetap baik.
Selanjutnya, di AS dan Eropa, dia mengungkapkan, prinsip umum investasi adalah compounding, reinvestasi dividen, dollar cost averaging, dan alokasi aset.