Tokocrypto Publikasikan Saldo Simpanan, Aset Pengguna Tumbuh Dua Kali Lipat
Proof of Reserves wujud komitmen Tokocrypto untuk memastikan dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi. --Foto istimewa
Dalam implementasinya, Tokocrypto mengadopsi teknologi Merkle Tree dan zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) untuk memastikan proses verifikasi yang akurat sekaligus menjaga privasi data pengguna.
BACA JUGA:Kawal Dugaan Warga Negara Ganda, Peliputan Media di Dukcapil Sempat Memanas
Melalui sistem Merkle Tree, setiap pengguna dapat melakukan verifikasi mandiri (self-verification) untuk memastikan bahwa saldo mereka benar-benar tercatat sebagai bagian dari total kewajiban Tokocrypto.
Sementara itu, teknologi zk-SNARKs digunakan untuk membuktikan bahwa total saldo pengguna yang dihitung setara atau lebih kecil dari total aset cadangan yang dimiliki perusahaan, tanpa membuka informasi sensitif ke publik.
“Kami menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi. Pengguna juga bisa melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip cakupan aset 1:1,” jelas Calvin Kizana.
Tokocrypto juga menegaskan bahwa seluruh aset perusahaan dicatat dalam akun terpisah dan tidak dimasukkan dalam perhitungan Proof of Reserves. Data Proof of Reserves dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi https://www.tokocrypto.com/en/proof-of-reserves, lengkap dengan panduan verifikasi bagi pengguna.
BACA JUGA:Perseteruan Keluarga David Beckham Makin Sengit, Brooklyn Tuding sang Ibu Ingin Rusak Pernikahannya
Selain menerapkan Proof of Reserves, Tokocrypto terus memperkuat ekosistem keamanan dan pelayanan kepada nasabah melalui berbagai langkah strategis. Perusahaan menerapkan sistem keamanan berlapis yang mencakup enkripsi data, proteksi API, serta teknologi deteksi intrusi dan firewall.
Perusahaan juga sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27017 sebagai standar internasional dalam manajemen keamanan informasi dan layanan cloud.
Pertumbuhan perusahaan juga tetap mencatatkan kinerja yang solid. Hingga Desember 2025, total nilai transaksi di Tokocrypto telah melampaui Rp 150 triliun, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna meskipun pasar global sedang berada dalam fase koreksi.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Tokocrypto menyatakan komitmennya terhadap transparansi, keamanan, dan peningkatan kualitas layanan, sejalan dengan upaya membangun industri aset kripto yang lebih sehat serta berkelanjutan di Indonesia. (*)