Tokocrypto Publikasikan Saldo Simpanan, Aset Pengguna Tumbuh Dua Kali Lipat
Proof of Reserves wujud komitmen Tokocrypto untuk memastikan dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi. --Foto istimewa
JAKARTA, Weradio.co.id - Transparansi menjadi fondasi utama Tokocrypto dalam membangun kepercayaan pengguna, terutama di tengah dinamika industri kripto yang terus berkembang.
Demikian ditegaskan CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. “Di tengah kembali munculnya kekhawatiran publik soal keamanan aset nasabah di industri, Tokocrypto memastikan dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi," kata Calvin Kizana dalam siaran pers yang diterima Weradio.co.id, Rabu, 21 Januari 2026.
Tokocrypto mewujudkan komitmennya tersebut melalui penerapan Proof of Reserves atau Bukti Cadangan/Saldo Simpanan.
Tokocrypto berupaya memastikan dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi. Verifikasi ini memungkinkan publik dan pengguna meninjau ketersediaan aset secara transparan dan terukur.
"Proof of Reserves kami adalah bentuk komitmen transparansi agar pengguna bisa melihat dan mengecek bahwa aset mereka tersedia secara utuh,” tambah Calvin Kizana.
BACA JUGA: Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet hingga 33 Persen
Tokocrypto, salah satu pedagang aset kripto yang berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, sudah merilis Proof of Reserves sejak tahun 2023.
Sejak kali pertama diperkenalkan, nilai aset pengguna yang tercatat dalam sistem Proof of Reserves mengalami pertumbuhan signifikan. Per 1 Januari 2026, total aset pengguna yang terverifikasi dalam Proof of Reserves Tokocrypto mencapai 345.379.785 dolar AS atau setara Rp 5,806 triliun dan tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan periode awal peluncuran.
Menurut Calvin Kizana, pertumbuhan ini juga mencerminkan minat investasi aset kripto pengguna yang tetap tinggi.
“Pertumbuhan nilai aset pengguna dalam Proof of Reserves hingga sekitar 345 juta dolar AS per 1 Januari 2026 menunjukkan minat investasi kripto pengguna yang tetap tinggi. Kami melihat potensi pertumbuhan ini masih bisa berlanjut seiring meningkatnya partisipasi investor dan semakin matangnya ekosistem aset kripto di Indonesia,” kata Calvin.
Aset-aset utama yang tercatat dalam Proof of Reserves berasal dari token berkapitalisasi besar yang telah mapan secara global dan termasuk yang paling aktif diperdagangkan, baik di pasar global maupun di Indonesia.
Per 1 Januari 2026, aset tersebut mencakup Bitcoin (BTC) sebesar 1.246,79999263 BTC, Ethereum (ETH) sebesar 10.005,61888101 ETH, BNB sebesar 12.272,89562512 BNB, serta Tether (USDT) sebesar 75.520.184,47678899 USDT.
Adopsi Merkle Tree