Koperasi Kana Jajaki Kerja Sama dengan Importir Korea
Koperasi Konsumen Kana turut diajak menjajaki kerja sama dagang dengan calon mitra bisnis Korea. Inisiatif ini disambut baik oleh Ministry of SMEs and Startups Korea Selatan sebagai langkah memperkuat jejaring bisnis dan kerja sama Indonesia-Korea.-weradio.co.id-Koperasi Kana
SEOUL, Weradio.co.id - Dalam kegiatan Smart Factory INNOBIZ Korea di COEX, Seoul, Kementerian Koperasi mendorong akses pasar koperasi Indonesia melalui business matching dengan pelaku usaha dan importir Korea Selatan.
Koperasi Konsumen Kana turut diajak menjajaki kerja sama dagang dengan calon mitra bisnis Korea. Inisiatif ini disambut baik oleh Ministry of SMEs and Startups Korea Selatan sebagai langkah memperkuat jejaring bisnis dan kerja sama Indonesia-Korea.
Kehadiran Kana di Seoul juga berlangsung dalam rangkaian kegiatan Smart Factory yang melibatkan INNOBIZ Korea. Kegiatan tersebut terkait dengan kerja sama Smart Factory ODA Korea-Indonesia, yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, transformasi industri, dan peningkatan daya saing pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Kementerian Koperasi berperan mendorong agar agenda transformasi industri tidak hanya menyasar pelaku usaha besar. Koperasi juga perlu mendapat ruang untuk masuk ke ekosistem usaha modern melalui penguatan jejaring, pendampingan kelembagaan, dan akses terhadap calon mitra bisnis internasional.
BACA JUGA:Geger Rebalancing MSCI, Investor Jangan Panik! Hans Kwee Ungkap Siasat Serok Saham Salah Harga
Pertemuan antara Koperasi Konsumen Kana dan importir Korea membahas sejumlah hal, mulai dari potensi produk, kebutuhan pasar, standar mutu, kesiapan suplai, skema pengiriman, hingga peluang kerja sama jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Koperasi ingin menunjukkan bahwa koperasi memiliki peluang untuk masuk ke rantai pasok global. Karena itu, koperasi tidak cukup hanya kuat di pasar domestik. Koperasi juga perlu menyiapkan kualitas produk, kapasitas produksi, standar mutu, dan tata kelola usaha yang profesional agar mampu bersaing di pasar ekspor.
Koperasi Konsumen Kana menjadi salah satu koperasi yang mulai memperkuat tata kelola usaha secara lebih modern. Penguatan manajemen, pengembangan produk, peningkatan layanan bisnis, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi modal penting bagi Kana untuk memperluas jangkauan usahanya ke pasar global.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Henra Saragih, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk membawa koperasi Indonesia naik kelas.
BACA JUGA: Komitmen BRI Life Perkuat Implementasi ESG Melalui Program Kesehatan
Menurut Henra, koperasi perlu lebih sering masuk ke forum bisnis internasional. Dengan cara itu, koperasi dapat memahami kebutuhan pasar global, membangun jejaring bisnis, dan berkomunikasi langsung dengan calon pembeli.
“Melalui business matching ini, kami ingin mendorong koperasi agar lebih siap masuk ke pasar ekspor. Koperasi Konsumen Kana memiliki peluang untuk memperluas jaringan dagang dan memperkenalkan produk Indonesia kepada importir Korea Selatan,” ujar Henra.
Henra menambahkan, koperasi Indonesia perlu terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan digitalisasi usaha. Menurutnya, koperasi yang dikelola dengan tata kelola yang baik, adaptif terhadap teknologi, dan mampu memenuhi standar pasar akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar global.
Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan ini memberi kesempatan bagi Kana untuk memahami lebih dekat kebutuhan pasar Korea Selatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih terarah.