Para Pekerja di Indonesia Merasa Paling Puas dengan Gajinya di Kawasan Asia Pasifik
Ilustrasi: Laporan eksklusif terbaru Jobstreet by SEEK bertajuk Salary Pulse mengungkapkan bahwa pekerja Indonesia merasa digaji paling adil dan layak dibandingkan wilayah Asia Pasifik lainnya. --Shutterstock
Sebagai rekomendasi praktis, laporan ini memberikan panduan bagi para pengusaha untuk mengantisipasi risiko penurunan motivasi kerja jika ekspektasi kenaikan gaji karyawan tidak terpenuhi. Ketika permintaan kenaikan gaji menghadapi penolakan, pekerja Indonesia tidak serta-merta bersikap pasif; sebanyak 27 persen di antara mereka akan bernegosiasi ulang secara aktif dan 28 persen memilih untuk meminta tunjangan tambahan non-gaji pokok.
Dalam konteks retensi kandidat, peluang untuk menerima bonus kinerja, asuransi kesehatan, serta tunjangan kesejahteraan (wellness benefits) merupakan alternatif pemikat yang sangat efektif bagi karyawan untuk mengkompensasi dasar gaji yang lebih rendah.
“Kami sangat menganjurkan bagi para pemimpin perusahaan dan pemberi kerja lainnya untuk mengedepankan komunikasi yang transparan dan menetapkan target capaian yang jelas guna mencegah risiko karyawan menarik diri secara sepihak (quiet withdrawal) yang dapat mengganggu produktivitas bisnis," kata Wisnu..
"Gaji yang adil adalah fondasi, tetapi kenyamanan bekerja dibangun di atas apresiasi oleh perusahaan yang bijak terhadap pekerja potensial," tutup Wisnu Dharmawan.
BACA JUGA:Rekor Lionel Messi Bukan Prioritas bagi Argentina, Lionel Scaloni Serukan Waspada Austria
BACA JUGA:Samai Catatan Legenda Brasil, Lamine Yamal Tempatkan Spanyol di Posisi Terdepan Juara Grup H