Marriott Bonvoy Ungkap Indonesia sebagai Pasar dengan Keterlibatan Loyalitas Tertinggi di APEC
Ilustrasi Traveler Indonesia menonjol sebagai salah satu pasar dengan keterlibatan loyalitas tertinggi di APEC, mencapai 96 persen. --Shutterstock
JAKARTA, Weradio.co.id - Indonesia menonjol sebagai salah satu pasar dengan keterlibatan loyalitas tertinggi di APEC, dan menjadi yang tertinggi di seluruh Asia Pasifik kecuali Tiongkok. Demikian laporan Loyalty Trends 2026 Terbaru dari Marriott Bonvoy.
Sebagai informasi, Marriott Bonvoy merupakan program loyalitas pelanggan global dari jaringan Hotel Marriott International.
Menurut siaran pers dari Jobstreet by SEEK seperti dibaca Weradio.co.id, hasil penelitian mengungkap bahwa Indonesia menonjol sebagai salah satu pasar dengan keterlibatan loyalitas tertinggi di APEC, dengan tingkat partisipasi mencapai 96 persen, tertinggi di seluruh Asia Pasifik kecuali Tiongkok.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa 90 persen traveler Indonesia aktif mengumpulkan poin melalui pembelian yang terkait dengan program, yang juga merupakan angka tertinggi di APEC. Hal ini mencerminkan pasar di mana program loyalitas telah tertanam dalam perilaku konsumen sehari-hari, meluas jauh melampaui sekadar menginap di hotel hingga ke bidang kuliner, ritel, dan pengeluaran lainnya. Loyalitas di Indonesia tidak lagi dipandang hanya sebagai manfaat perjalanan, melainkan sebagai bagian dari ekosistem nilai yang lebih luas yang terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Gurita Bisnis Beckham, Mantan Bintang Sepak Bola yang Kini Jadi Miliarder Baru
Di saat yang sama, traveler Indonesia menunjukkan hubungan emosional yang lebih kuat terhadap loyalitas dibandingkan dengan banyak pasar APEC lainnya.
Laporan ini menemukan bahwa traveler di Indonesia secara signifikan lebih cenderung menukarkan poin untuk akses dan pengalaman eksklusif dibandingkan rata-rata regional, dengan 56 persen memprioritaskan pengalaman dibandingkan 42 persen di seluruh APEC. Ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar “pencari pengalaman”, di mana loyalitas dihargai tidak hanya untuk penghematan praktis, tetapi juga untuk rasa aspirasi, penemuan, dan akses eksklusif yang didapatkan.
Tidak seragam
Laporan Loyalty Trends 2026 Terbaru dari Marriott Bonvoy juga menemukan bahwa meskipun 89 persen traveler di APEC berpartisipasi dalam setidaknya satu program loyalitas, cara mereka terlibat tidak lagi seragam.
BACA JUGA:Baru 8 Bulan Mendekam di Penjara, Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Resmi Bebas
Sebaliknya, keterlibatan mereka dibentuk oleh kombinasi prioritas perjalanan, ekspektasi manfaat sehari-hari, dan dinamika pasar lokal yang berbeda, menandakan pergeseran jelas dari model loyalitas yang bersifat umum.
Keterlibatan loyalitas
Temuan dari laporan tersebut menunjukkan bahwa minat wisata adalah indikator terkuat dari keterlibatan loyalitas.
Cara traveler memperoleh, menukar, dan menghargai manfaat loyalitas sangat bervariasi tergantung pada tujuan perjalanan mereka, yang menunjukkan bahwa desain loyalitas yang sukses membutuhkan cakupan yang lebih luas dan mendalam untuk melayani berbagai minat di pasar yang beragam.