Uang Terancam Amblas Tergerus Inflasi? Ini Bocoran Strategi Lipat Gandakan Aset di Era Digital

Uang Terancam Amblas Tergerus Inflasi? Ini Bocoran Strategi Lipat Gandakan Aset di Era Digital

B Hari Mantoro, Komisaris PT Aldiracita Sekuritas Indonesia sekaligus Asesor Profesi Pasar Modal memberikan edukasi di sela Diskusi Literasi Keuangan Mahasiswa yang bertajuk Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas di Jakarta, Rabu, 8 Juli-Weradio.co.id-Rio Winto

BACA JUGA:Geger Rebalancing MSCI, Investor Jangan Panik! Hans Kwee Ungkap Siasat Serok Saham Salah Harga

​Langkah tegas ini diapresiasi oleh MSCI pada April 2026 dan menjadi angin segar bagi sekitar 26,4 juta investor ritel domestik yang tercatat per April 2026.

​Langkah Awal Memulai Investasi

​Bagi masyarakat yang ingin mengamankan asetnya dari gerusan inflasi, memulai investasi kini jauh lebih mudah dan aman. Pasar modal Indonesia ditopang oleh regulasi kokoh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Pertama, ​setiap investor pemula diwajibkan membuka Single Investor Identity (SID) atau Nomor identitas tunggal investor.

​Kedua, Sub Rekening Efek (SRE), Rekening tempat menyimpan aset saham secara elektronik.

BACA JUGA:Miliarder Thailand Menang Lelang Lahan Properti di Singapura, Nilainya Capai Rp 7,6 Triliun

​Ketiga, Rekening Dana Nasabah (RDN): Rekening bank khusus untuk lalu lintas dana transaksi.

​Untuk menjamin keamanan, investor juga dapat memantau seluruh portofolio investasi mereka secara terintegrasi melalui platform AKSes yang disediakan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Mulailah berinvestasi sedini mungkin dengan menggunakan dana khusus (uang dingin), pahami profil risiko pribadi, serta melakukan diversifikasi portofolio secara berkala demi imbal hasil yang optimal dan aman.