Siap Caplok Raksasa Energi Filipina, Prajogo Pangestu Ajukan Tawaran Fantastis Rp 80 Triliun
Perusahaan energi panas bumi (geothermal) terbesar di Filipina, Energy Development Corp (EDC).-Weradio.co.id-Forbes
JAKARTA, Weradio.co.id - Impian ekspansi Barito Group milik orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu, kian menjadi kenyataan.
Lewat PT Barito Renewables Energy Tbk dengan kode saham BREN, sang taipan dilaporkan telah melayangkan penawaran tunai bernilai fantastis untuk mengakuisisi perusahaan energi panas bumi (geothermal) terbesar di Filipina, Energy Development Corp (EDC).
Nilai penawaran awal yang diajukan Barito Renewables Energy tidak main-main, yakni mencapai lebih dari US$ 5 miliar atau setara dengan Rp 80 triliun (asumsi kurs Rp 16.000 per dolar AS).
Langkah agresif ini menegaskan ambisi besar Barito Group untuk memperkuat takhtanya sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Asia Tenggara.
BACA JUGA:Raksasa IT India Wipro Caplok Bisnis Digital Olam US$ 375 Juta, Apa Alasannya?
Kabar mengenai rencana akuisisi mega-proyek ini pertama kali berembus melalui laporan korporasi global dan langsung mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Filipina.
First Gen Corp selaku pemegang saham pengendali dari EDC membenarkan bahwa pihaknya telah menerima proposal penawaran dari Barito Renewables Energy.
"Hingga saat ini, kelanjutan transaksi masih bergantung pada proses uji tuntas (due diligence), penyusunan dokumen, serta berbagai persetujuan regulator yang diperlukan," ujar Sekretaris Perusahaan First Gen, Rachel H Hernandez, dalam keterbukaan informasi kepada Philippine Stock Exchange seperti dilansir Forbes yang dibaca Weradio.co.id, Rabu, 15 Juli 2026.
Meskipun demikian, First Gen menegaskan bahwa proposal dari konglomerasi Indonesia ini masih bersifat unsolicited (tidak diminta), indicative (indikatif), dan non-binding (tidak mengikat).
BACA JUGA:Heboh! Konglomerat Indonesia Borong Tambang Batu Bara Australia Senilai Rp 62 Triliun, Siapa Dia?
Artinya, proses ini masih berada pada tahap sangat awal dan belum memunculkan kewajiban hukum apa pun bagi kedua belah pihak.
Pihak manajemen First Gen juga menyatakan belum menunjuk penasihat keuangan resmi untuk memproses transaksi tersebut.
Bagi Prajogo Pangestu, Filipina bukan wilayah baru dalam peta bisnis energinya. Melalui anak usaha Barito Renewables Energy, Star Energy Geothermal, mereka sebelumnya telah mengelola portofolio aset panas bumi yang signifikan.
Jika akuisisi atas EDC sukses dilaksanakan, kapasitas produksi energi terbarukan Barito Group dipastikan melonjak drastis.
BACA JUGA:Cari Cuan Baru, Miliarder Thailand Nekat Lepas Aset Properti Eropa Senilai Rp 5,5 Triliun