PGN Bangun Ekosistem Daur Ulang, Dua Bulan 871 Kg Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Jual
Program Rumah Hijau Nusantara berhasil mengolah 871 kilogram sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, tasbih, dan produk daur ulang lainnya.-weradio.co.id-PT. PGN Tbk
CILEGON, Weradio.co.id - Setelah membangun sistem pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular di lingkungan perusahaan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, kini memperluas dampaknya dengan menggandeng komunitas di ring 1 wilayah operasi perusahaan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Hijau Nusantara.
Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah khususnya sampah plastik, tapi juga menyiapkan pasar bagi produk hasil daur ulang guna menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustaniyah Cilegon untuk memperkuat rantai nilai pengelolaan sampah, mulai dari pengolahan hingga pemasaran produk.
Sebagai bentuk dukungan, PGN menyerahkan mesin pencacah (shredder), mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven kepada Bank Sampah Al-Bustaniyah. Bantuan ini diharapkan meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, sekaligus memperluas peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.
BACA JUGA:UMKM Binaan PGN Tembus PAS Sky Shop Kolaborasi Pertamina - Pelita Air
Dalam dua bulan terakhir, Program Rumah Hijau Nusantara berhasil mengolah 871 kilogram sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, tasbih, dan produk daur ulang lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Malyudin, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun PGN. Menurutnya, tantangan pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pembentukan budaya peduli lingkungan.
“Dalam pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular perlu diikuti penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan sampah memiliki pasar yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sabri menambahkan, ke depan, yang perlu diperkuat adalah aspek hilirisasi. Produk hasil pengolahan sampah harus memiliki pasar sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dia melihat peluang kolaborasi dengan Dinas Koperasi untuk memperluas pemasaran produk, termasuk melalui berbagai pameran dan kegiatan daerah.
BACA JUGA:Lionel Messi dan Neymar Ternyata Punya Akar Keturunan yang Sama
Ia berharap Program Rumah Hijau Nusantara terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon. "Kami mengapresiasi dukungan PGN melalui Program Rumah Hijau Nusantara dan berharap program ini dapat terus berlanjut, dibina, serta dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon," tambahnya.
Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, mengatakan program ini merupakan kelanjutan berbagai inisiatif PGN dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Melalui program ini, PGN ingin menunjukkan bahwa sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujarnya.
Menurut Krisdyan, keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh terciptanya ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karenanya ia berharap program ini tidak berhenti pada pemberian sarana pengolahan sampah, tetapi mampu menciptakan ekosistem dengan dampak multiplier untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.