PGN Bantu 75 Pengemudi Taksol Tekan Biaya Operasional 55% lewat Konversi BBG Gratis

PGN Bantu 75 Pengemudi Taksol Tekan Biaya Operasional 55% lewat Konversi BBG Gratis

Didukung PGN Gagas dan Komunitas Mobil Gas (Komogas), program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan City Gas Tour yang akan digelar Jumat, 4 September 2026.-weradio.co.id-PT. PGN Tbk

BEKASI, Weradio.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) Tbk atau PGN, Subholding Gas Pertamina, terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan berbahan bakar gas (BBG) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026.

Didukung PGN Gagas dan Komunitas Mobil Gas (Komogas), program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan City Gas Tour yang akan digelar Jumat, 4 September 2026. Melalui program tersebut, PGN memberikan kesempatan bagi pengemudi taksi online (taksol) untuk mengonversi kendaraan dari bahan bakar konvensional menjadi BBG melalui pemasangan kit BBG secara gratis.

Inisiatif ini diharapkan menjadi alternatif energi yang lebih efisien sekaligus membantu pengemudi menekan biaya operasional kendaraan. Program konversi ini juga menjadi bagian dari komitmen PGN memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor transportasi. Penggunaan BBG turut menjadi pilihan energi yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan dukungan PGN terhadap target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.

“PGN terus mendorong pemanfaatan gas bumi di berbagai sektor, termasuk transportasi. Melalui program konversi BBG ini, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan gas bumi sebagai alternatif energi yang efisien dan lebih ramah lingkungan,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman.

BACA JUGA: Bank SMBC Beri Diskon hingga 20% dan Hospitality Package bagi Nasabah di General Sale Konser Andrea Bocelli

Selama periode Agustus–September 2026, sebanyak 75 kendaraan ditargetkan mengikuti program konversi. Fajriyah berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima sekaligus mendorong pemanfaatan BBG yang lebih luas.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat gas bumi sebagai energi alternatif. Sinergi bersama berbagai pihak, termasuk komunitas, penting untuk membangun ekosistem yang kuat dan mendorong pemanfaatan BBG secara lebih luas,” kata Fajriyah.

Program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026 juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi para penerima bantuan. Dengan asumsi 75 kendaraan penerima mengonsumsi rata-rata 8 liter setara bensin (LSP) BBG per hari setiap bulan, total pemanfaatan BBG diperkirakan mencapai sekitar 15.000 LSP per bulan atau 180.000 LSP dalam setahun.

Dengan harga BBG nonsubsidi sebesar Rp4.500 per liter, kebutuhan bahan bakar tersebut menelan biaya sekitar Rp810 juta per tahun. Sementara itu, apabila volume penggunaan yang sama menggunakan BBM subsidi dengan asumsi harga Rp10.000 per liter, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar Rp1,8 miliar per tahun.

BACA JUGA:Kronologis Kasus Alfin, Rp 350 Juta Berujung Dugaan Pembunuhan

Dengan demikian, pemanfaatan BBG berpotensi menghasilkan penghematan biaya bahan bakar minimal sekitar Rp990 juta per tahun bagi 75 penerima manfaat secara keseluruhan.

Selain memberikan penghematan biaya operasional, penggunaan BBG juga berpotensi memberikan manfaat bagi lingkungan. Dengan penggunaan energi yang setara, BBG menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) sekitar 19% lebih rendah dibandingkan bensin subsidi.

Berdasarkan proyeksi penggunaan BBG hingga sekitar 180.000 LSP per tahun oleh 75 penerima manfaat, program konversi ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 73 ton CO₂ eq per tahun.

Dengan demikian, peralihan dari bahan bakar minyak ke BBG tidak hanya membantu pengemudi menekan biaya operasional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Berita Terkait