Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang Baru Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang Baru Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Suahasil Nazara sudah lama berada di Kementerian Keuangan-Gambar dibuat dengan google gemini-

JAKARTA, Weradio.co.id - Senin, 14 September 2026, menjadi hari yang mengubah jalan karier panjang Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan. Di Istana Kepresidenan, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru menjabat kurang lebih setahun sejak diangkat pada 8 September 2025 lalu untuk menggantikan Sri Mulyani. Suahasil mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden, berjanji setia kepada UUD 1945 dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, untuk mengisi sisa masa jabatan kabinet periode 2024–2029.

Berbeda dengan sosok yang datang dari luar birokrasi, Suahasil bukan wajah baru di Kemenkeu. Sebelum menjadi menteri, ia menjabat Wakil Menteri Keuangan mendampingi Purbaya, sebuah posisi yang juga pernah ia emban di era Presiden Joko Widodo.

Rekam jejaknya yang panjang di kementerian inilah yang membuat banyak media menjulukinya sebagai "orang lama" Kemenkeu ketika namanya diumumkan sebagai pengganti Purbaya.

Jejak akademik Suahasil terbilang mengesankan. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994, lalu melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Science dari Cornell University pada 1997. Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign, tempat ia meraih gelar Doctor of Philosophy di bidang ekonomi pada 2003.

BACA JUGA:Ini Respons John Herdman terhadap Permintaan Erick Thohir saat Timnas Indonesia Tampil di FIFA ASEAN Cup

Setahun sebelum menuntaskan studi doktoral, Suahasil sebenarnya sudah mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, tepatnya sejak 1999. Karier akademiknya terus menanjak: ia sempat menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi UI pada 2004–2005, kemudian Kepala Lembaga Demografi UI pada 2005–2008, dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi UI pada 2009–2013. Puncaknya, pada 2009 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi.

Namun dunia kampus tak membuatnya jauh dari meja kebijakan. Sejak 2009 hingga 2011, ia menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal, sekaligus merangkap sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah hingga 2015. 

Ia juga aktif dalam isu kemiskinan, tercatat sebagai Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2010–2015, sebelum kemudian bergabung dalam Dewan Komite Ekonomi Nasional.

Rangkaian pengalaman kebijakan itu mengantarkannya masuk penuh ke struktur Kementerian Keuangan. Titik baliknya terjadi pada 31 Oktober 2016, ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), salah satu unit strategis yang merumuskan arah kebijakan fiskal nasional.

BACA JUGA: Rovik Akbar Afifudin Minta Hasil Reses Jadi Dasar Perjuangan Program di Maluku

Tiga tahun kemudian, tepatnya 25 Oktober 2019, Suahasil naik jabatan menjadi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju, mendampingi Sri Mulyani Indrawati. Posisi wakil menteri itu kembali dipercayakan kepadanya pada 21 Oktober 2024, kali ini dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo, saat ia mendampingi Purbaya Yudhi Sadewa — orang yang kini justru posisinya ia gantikan sebagai Menteri Keuangan.

Di luar hiruk-pikuk kebijakan fiskal, Suahasil membina rumah tangga bersama istrinya, Nina Suahasil Nazara. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, meski detail pribadi mengenai anak-anak mereka sengaja dijaga privasinya dan tidak banyak diekspos ke publik.

Pelantikan Suahasil menutup babak singkat kepemimpinan Purbaya di Kemenkeu dan membuka babak baru dengan sosok yang sudah sangat familiar dengan seluk-beluk kementerian ini. Pengalamannya yang mengakar — mulai dari perumusan kebijakan desentralisasi fiskal, penanggulangan kemiskinan, hingga posisi puncak di BKF dan dua periode sebagai wakil menteri — menjadi modal yang diharapkan mampu menjaga kesinambungan kebijakan fiskal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik yang terus bergerak cepat.

Saat serah Terima jabatan,  Suahasil tetap memuji Purbaya. Dia menilai Purbaya telah melanjutkan warisan Kementerian Keuangan sebagai instansi pengelola keuangan negara dengan memperkuat kolaborasi lintas unit.