Ini Bukti Festival Golo Koe 2026 Berikan Dampak Ekonomi, Sosial Budaya, dan Lingkungan

Ini Bukti Festival Golo Koe 2026 Berikan Dampak Ekonomi, Sosial Budaya, dan Lingkungan

Festival Golo Koe 2026 mencatatkan sejumlah capaian yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengembangan pariwisata Labuan Bajo dan Flores.-Weradio.co.id-Festival Golo Koe

Capaian ini menunjukkan bahwa festival berbasis budaya memiliki potensi untuk menggerakkan aktivitas ekonomi melalui kunjungan wisatawan dan transaksi pada berbagai sektor pendukung pariwisata.

Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rangkaian kegiatan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pada aspek sosial budaya, Festival Golo Koe 2026 melibatkan 375 tenaga kerja lokal secara langsung dan 883 pelaku seni budaya.

Selain itu, sebanyak 173 unit tenant komersial turut berpartisipasi, yang seluruhnya atau 100 persen merupakan UMKM lokal.

BACA JUGA:Sinyal Perubahan Vatikan, Paus Leo Kembalikan Tradisi Klasik dan Rombak Jabatan Penting

Pelibatan tersebut memperlihatkan peran festival sebagai ruang kolaborasi bagi masyarakat, pelaku seni budaya, dan pelaku usaha lokal.

Festival tidak hanya menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan tradisi Manggarai kepada pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata daerah.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan bahwa hasil analisis dampak ini menjadi salah satu bahan penting untuk melihat manfaat penyelenggaraan event secara lebih menyeluruh, sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.

“Festival berbasis budaya seperti Festival Golo Koe memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat bagi daerah, tidak hanya melalui aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan, tetapi juga melalui pelestarian budaya serta keterlibatan masyarakat lokal. Karena itu, pengukuran dampak seperti ini penting agar penyelenggaraan event ke depan semakin terarah, memiliki perencanaan yang lebih baik, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat serta destinasi pariwisata Labuan Bajo dan Flores,” ujar Andhy dalam keterangan resmi yang dibaca Weradio.co.id, Sabtu, 17 Oktober 2026.

BACA JUGA:Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa Ke-57 di Media Resmi Vatikan

Dari aspek lingkungan, pengukuran emisi karbon Festival Golo Koe 2026 dilakukan melalui kolaborasi Jejakin, Kementerian Pariwisata, BPOLBF, dan panitia festival.

Jejakin merupakan perusahaan teknologi iklim (climate tech) yang menyediakan solusi untuk pengukuran emisi karbon serta pemantauan dampak aksi lingkungan, termasuk penanaman dan pemantauan pohon.

Berdasarkan hasil asesmen, total emisi yang dihasilkan selama penyelenggaraan Festival Golo Koe 2026 tercatat sebesar 26.536,70 kgCO₂e. Sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak lingkungan, dilakukan penanaman berbagai jenis pohon dan mangrove selama rangkaian kegiatan festival.

Secara keseluruhan, sebanyak 603 pohon telah ditanam dengan estimasi total stok karbon sebesar 58.926,65 kgCO₂e.

BACA JUGA:Peristiwa Bersejarah, Indonesia Tampil Perdana di Pameran 100 Gua Natal di Vatikan