Alasan Pokja PWI Kejaksaan - Pengadilan dan Bea Cukai Jaktim Konsolidasi Internal

Alasan Pokja PWI Kejaksaan - Pengadilan dan Bea Cukai Jaktim Konsolidasi Internal

Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Serta Bea Cukai Jakarta Timur menggelar rapat awal tahun, Rabu, 7 Januari 2026.-Weradio.co.id-DOK

JAKARTA, Weradio.co.id - Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kejaksaan dan Pengadilan Serta Bea Cukai Jakarta Timur menggelar kegiatan silaturahmi yang dirangkai dengan rapat awal tahun, Rabu, 7 Januari 2026. 

Kegiatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi internal, menyatukan visi dan misi, sekaligus mengevaluasi capaian kinerja sepanjang tahun sebelumnya.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Jakarta Timur Erfan Pratama, didampingi Sekretaris Fahminudin dan Bendahara Ali Hanafiah. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kekeluargaan yang tetap berpijak pada profesionalisme.

Sejumlah anggota turut hadir, antara lain Michael J Manurung, Matyadi, Muhamad Alviyan, Ervinna, Ayub Mauliate Sihombing, Napitupulu, dan Shendy Marwan. Sementara itu, Jafaruddin tidak dapat mengikuti kegiatan karena alasan keluarga.

Menurut Erfan, silaturahmi bukan sekadar ajang temu rutin, melainkan fondasi penting untuk membangun kerja sama yang solid di tengah dinamika tugas jurnalistik. “Pendekatan kekeluargaan ini penting agar komunikasi antaranggota tetap terbuka, sehingga setiap masukan dan aspirasi dapat disampaikan secara konstruktif,” ujarnya.

BACA JUGA:Potensi Kerugian Negara Rp 213,76 M, 160 Juta Batang Rokok Ilegal Diamankan di Riau

Setelah sesi silaturahmi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat awal tahun yang membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi program kerja tahun sebelumnya, pemetaan tantangan yang dihadapi, hingga perumusan langkah perbaikan ke depan. Dalam arahannya, Erfan menekankan pentingnya menjadikan pengalaman sebagai bahan pembelajaran untuk menyusun kebijakan kerja yang lebih terukur dan realistis.

“Awal tahun adalah momentum refleksi bersama. Kita perlu melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi agar kinerja ke depan lebih optimal dan memberikan dampak nyata,” kata Erfan.

Rapat juga membahas penyusunan rencana kerja tahun 2026, termasuk penetapan prioritas liputan serta target yang akan dicapai. Diskusi berlangsung terbuka dan partisipatif dengan melibatkan seluruh anggota Pokja, sehingga rencana yang disusun diharapkan selaras dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan situasi di lapangan.

Sejumlah anggota Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan mengapresiasi pola diskusi yang mengedepankan keterbukaan dan kesetaraan. Mereka menilai rapat awal tahun bukan sekadar forum formal, tetapi juga wadah untuk menyatukan persepsi dan memperkuat rasa tanggung jawab kolektif terhadap tujuan organisasi.

BACA JUGA:Liquid Vape Berisi Narkotika, Jaringan Lintas Negara Terbongkar

Tantangan

Meski demikian, beberapa catatan kritis turut mengemuka. Tantangan seperti keterbatasan akses narasumber, tuntutan peningkatan kualitas pemberitaan, serta kebutuhan adaptasi terhadap perubahan regulasi dan perkembangan teknologi dinilai perlu mendapat perhatian serius. 

Anggota Pokja berharap rencana kerja yang disusun tidak hanya bersifat ambisius, tetapi juga didukung kebijakan dan sumber daya yang memadai.