Aula UPJ Bergetar, Teater Theatic Sajikan Dua Kisah Konflik Panas
Istri 1 (Sahla) sebelah kiri, berdebat dengan istri 2 (Suci) sebelah kanan, ART (Cempaka) di tengah, menjadi penengah dari perdebatan.-Weradio.co.id-Teater Theatic
JAKARTA, Weradio.co.id - Kelompok Teater Theatic sukses menggelar dua pementasan sarat konflik panas yang bertajuk Ceritanya Begini Vol 1 di Aula Universitas Pembangunan Jaya, Tangerang Selatan, Senin, 23 Februari 2026, malam.
Dalam satu malam, penonton disuguhkan dua kisah berbeda, yakni pementasan Kopi Susu dan pementasan Kampung Duren yang sama-sama menghadirkan konflik tajam dengan pendekatan dramatik yang kuat.
Dalam keterangan resmi yang diterima Weradio.co.id, Minggu, 1 Maret 2026, pementasan Kopi Susu yang disutradarai oleh Fadya Dey, mahasiswi Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) UPJ, mengangkat cerita tentang perdebatan panas antara istri pertama yang diperankan Sahla, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi UPJ dan istri kedua yang diperankan Suci, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi UPJ.
Perdebatan panas antara istri pertama dan istri kedua turut menyeret seorang asisten rumah tangga yang diperankan Cempaka, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi UPJ, ke dalam pusaran konflik.
BACA JUGA: Film 5 Menit Forget Jakarta, Karya Kreatif Mahasiswa DKV UPJ, Reinterpretasi Lagu Aditya Sofyan
Pertikaian yang terjadi bukan sekadar adu argumen, tetapi juga membuka lapisan emosi, api cemburu, serta dinamika kekuasaan di dalam rumah tangga tersebut.
Sahla, Suci, dan Cempaka berhasil menampilkan emosi tensi tinggi yang intens di atas panggung, sehingga mampu membuat penonton ikut merasakan adrenalin ketegangan dari setiap dialog yang dilontarkan.

Tami (Japir) sedang berdebat dengan Pak Lurah (Mario) dalam drama Kampung Duren.-Weradio.co.id-Teater Theatic
Sementara itu, Kampung Duren menghadirkan kisah konflik yang lebih sosial dan politis. Cerita berpusat pada Tami yang diperankan Japir, mahasiswi Prodi DKV UPJ, adalah seorang anak desa yang memiliki keinginan untuk pergi ke kota demi mengubah nasib.
Namun, setelah kembali ke Kampung Duren, Tami justru mengungkap praktik korupsi yang dilakukan oleh Pak Lurah yang diperankan Mario, mahasiswa Prodi Arsitek UPJ.
BACA JUGA:Alasan Sugeng Wahyudi Siapkan Agenda Diskusi Budaya, Musik, dan Film, Ini Penjelasannya
Konflik memuncak ketika kebenaran mulai terkuak dan Tami harus berhadapan langsung dengan kekuasaan di kampung halamannya sendiri.
Berbeda dari kisah pertama yang fokus pada konflik domestik, Kampung Duren menyoroti isu keberanian, integritas, dan perjuangan melawan ketidakadilan. Perpaduan dua cerita ini membuat Ceritanya Begini Vol 1 terasa lengkap menghadirkan drama personal sekaligus kritik sosial dalam satu panggung.
Antusiasme penonton yang memenuhi Aula UPJ menjadi bukti bahwa teater kampus masih memiliki ruang penting sebagai media refleksi dan ekspresi.