Tenang, WHO Pastikan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi

Tenang, WHO Pastikan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi

Hantavirus tidak sama dengan Covid 19-X-

JAKARTA, Sportszone.id - Kabar tiga orang meninggal karena wabah Hantavirus di sebuah kapal pesiar bikin ketar ketir dunia. Namun, Badan kesehatan PBB atau WHO mengatakan bahwa wabah Hantavirus di atas kapal pesiar bukanlah awal dari pandemi.

Maria van Kerkhove, seorang ahli epidemiologi penyakit menular di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan dalam konferensi pers bahwa situasinya tidak sama seperti enam tahun lalu dengan Covid-19, karena hantavirus menyebar melalui "kontak dekat dan intim".

Otoritas kesehatan sedang berupaya melacak puluhan orang yang baru-baru ini turun dari kapal Belanda MV Hondius.

Pada hari Kamis, seperti dilansir BBC yang dibaca Weradio, WHO mengatakan bahwa secara keseluruhan, lima dari delapan kasus dugaan hantavirus telah dikonfirmasi. Tiga orang telah meninggal, termasuk seorang wanita Belanda berusia 69 tahun yang terinfeksi virus tersebut.

BACA JUGA:Real Madrid Konfirmasi Fede Valverde Alami 'Cedera Otak Traumatis' setelah Pertengkarannya dengan Tchouameni

Suaminya yang berkebangsaan Belanda dan seorang wanita Jerman juga meninggal, dan kasus mereka sedang diselidiki.

Hantavirus biasanya menyebar dari hewan pengerat - tetapi dalam wabah terbaru ini, penularan antar manusia didokumentasikan untuk pertama kalinya, kata WHO.

Kapal pesiar mewah, yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions, memulai perjalanannya pada 1 April di Ushuaia, Argentina, dan diperkirakan akan tiba di Kepulauan Canary Spanyol pada 10 Mei.

Sekitar 150 penumpang dan awak kapal dari 28 negara dilaporkan awalnya berada di atas kapal tersebut, tetapi puluhan orang turun di pulau St. Helena pada 24 April.

BACA JUGA:OSL Indonesia Umumkan Langkah Strategis demi Tingkatkan Kepercayaan Pengguna

Seberapa khawatirkah kita terhadap hantavirus?

Pada konferensi pers hari Kamis, van Kerkhove mengatakan "ini bukan Covid, ini bukan influenza, penyebarannya sangat, sangat berbeda".

Ia mengatakan pihak berwenang telah meminta "semua orang untuk memakai masker" di atas kapal MV Hondius.

Mereka yang kontak dengan atau merawat kasus yang dicurigai, tambahnya, harus "memakai alat pelindung diri tingkat lebih tinggi".