Pembinaan Petinju Tak Boleh Terhenti karena Dana, Kata Susanto
Upaya meningkatkan prestasi olahraga tinju di DKI Jakarta terus diperkuat melalui sinergi antara organisasi olahraga dan pengelola sasana.-Weradio.co.id-Ayub Mauliate Sihombing
JAKARTA, Weradio.co.id - Upaya meningkatkan prestasi olahraga tinju di DKI Jakarta terus diperkuat melalui sinergi antara organisasi olahraga dan pengelola sasana.
Hal itu menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, S.H., dan jajaran Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DKI Jakarta.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Pertina DKI Jakarta, Brigjen TNI Berty Beatus Willem Sumakud, S.H., M.H., yang menyampaikan dukungannya terhadap program kerja organisasi dalam memperkuat pembinaan atlet.
Dia juga mengapresiasi keberadaan Ghosun Iron Camp yang telah hadir sebagai salah satu sarana pembinaan atlet di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
BACA JUGA:Perkuat Pembinaan Tinju Nasional, Ghosun Iron Camp Resmi Diluncurkan di Bekasi
Dalam forum tersebut, Susanto menegaskan, kemajuan olahraga tinju tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Menurut Susanto, seluruh elemen olahraga harus bersatu dan saling mendukung demi menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat dan produktif.
Susanto mengajak seluruh insan tinju untuk menghormati kepemimpinan yang telah terbentuk serta fokus pada tujuan bersama, yaitu meningkatkan kualitas atlet dan prestasi olahraga tinju.
"Saya mengajak seluruh pihak untuk menghargai kepemimpinan yang telah terpilih dan bersama-sama mendukung kemajuan olahraga tinju. Jika respons dan dukungan yang diberikan baik, maka hasil yang diperoleh juga akan baik," ujar Susanto.
Selain menekankan pentingnya persatuan, Susanto juga mengingatkan agar perbedaan pandangan maupun kepentingan tidak berkembang menjadi ego sektoral yang dapat menghambat pembinaan atlet.
Kerja sama lintas wilayah di Jakarta, kata Susanto, harus terus diperkuat agar program pembinaan berjalan lebih efektif.
Susanto menilai keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh komitmen, dedikasi, dan keikhlasan para pelaku olahraga dalam menjalankan tugasnya.
"Kesuksesan berawal dari keikhlasan. Ketika kita bekerja dengan hati yang tulus untuk olahraga, maka hasil baik akan mengikuti," kata Susanto.
Untuk menjaga semangat dan meningkatkan kemampuan atlet, Susanto mendorong penyelenggaraan pertandingan serta laga sparring secara berkala. Kegiatan tersebut diyakini mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus mengukur perkembangan kemampuan atlet secara langsung.