De La Fuente Akui Spanyol sudah Persiapan selama Empat Tahun untuk Hancurkan Mimpi Prancis di Piala Dunia
Spanyol sukses menaklukkan Prancis dengan kemenangan 2-0 untuk melaju ke final Piala Dunia 2026. --Dok Soccerway
JAKARTA, Weradio.co.id - Spanyol mengakhiri impian Prancis untuk meraih kemenangan ketiga di Piala Dunia pada Rabu pagi, 15 Juli 2026. La Roja sukses menjinakkan serangan LesBleus yang bertabur bintang dalam kemenangan 2-0 untuk mencapai final melawan Inggris atau Argentina.
Les Bleus atau Si Biru Prancis difavoritkan untuk mengangkat trofi setelah serangkaian penampilan menyerang yang menakjubkan pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, Meksiko. Namun pasukan Didier Deschamps bertemu dengan juara Eropa Spanyol yang apik di semifinal.
Mikel Oyarzabal membuka skor untuk juara Piala Dunia 2010 Spanyol dengan penalti terukur di babak pertama semifinal di Arlington, Texas, AS. Dan Pedro Porro menggandakan keunggulan La Roja atau Di Merah Spanyol di babak kedua.
Prancis yang terkejut tidak bisa menemukan jalan kembali ke pertandingan meskipun mereka kaya akan serangan pada hari yang sangat mengecewakan bagi dua kali juara dunia itu.
BACA JUGA:Gelorakan Semangat Sarinah Bung Karno, PDI Perjuangan Latih Kader Perempuan Penggerak Akar Rumput
“Kami memulainya hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide dan kami setia pada ide tersebut dan ide tersebut membawa kami ke sini,” kata Pelatih Spanyol Luis de la Fuente sebagaimana dilansir Yahoo Sports seperti dibaca Weradio.co.id.
“Para pemain ini pantas mendapatkan segalanya,” tambahnya. “Hari demi hari mereka menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, bakat mereka. Mereka membuat hal sulit terlihat mudah.”

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menyebut Prancis disingkirkan oleh tim terbaik di dunia. --Dok Soccerway
“Pesannya adalah kami melawan salah satu tim terbaik di dunia, namun mereka melawan tim terbaik di dunia,” tegas De la Fuente.
Dia melanjutkan, “Para pemain ini menunjukkan komitmen, solidaritas, dan bakat. Mereka membuat sulit terlihat mudah. Mereka memiliki bakat dan sikap yang tepat terhadap kehidupan dan olahraga."
BACA JUGA:Ada Apa? Kejagung Minta Jajaran Kajati Setop Pengumpulan Data Program MBG
“Saya melihat ruang ganti yang bahagia dan negara mendukung kami. Kami sudah mendapatkan kembali semangat tahun 2010. Karakter tim ini terlihat jelas dalam kenyataan bahwa mereka yang tidak bermain tetap tinggal untuk berlatih setelah pertandingan," tambah De la Fuente.
Penalti bikin panas
Pertandingan di Stadion AT&T tersebut memanas pada pertengahan babak pertama ketika wasit asal Salvador Ivan Barton menunjuk titik penalti setelah bek kiri Prancis Lucas Digne melakukan pelanggaran sembrono terhadap pemain sayap Spanyol Lamine Yamal.