Dukungan Penuh KWI, Jaringan Caritas Indonesia Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Gempa M7,7 Flores
Jaringan Caritas Indonesia bersama Caritas keuskupan di wilayah terdampak bergerak cepat merespons bencana gempa bumi tektonik bermagnitudo M7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB.-Weradio.co.id-Jaringan Caritas Indonesia
Selain itu, posko transit mobilisasi logistik didirikan di Surabaya (Jawa Timur) untuk menghimpun bantuan wilayah Jawa dengan dukungan Caritas Keuskupan Surabaya, serta di Kupang (NTT).
Respon cepat dan aktivasi Pos Layanan Kemanusiaan juga telah mengular di empat keuskupan terdampak.
Pertama, Keuskupan Agung Ende. Berfokus pada pendataan kerusakan dan penanganan pengungsi di wilayah terdampak paling signifikan, khususnya Nagekeo.
Pos pelayanan dan pengungsian khusus lansia telah didirikan di Paroki Aeramo untuk mendampingi warga yang bertahan di area terbuka.
BACA JUGA:Kardinal Suharyo Pimpin Peletakan Batu Pertama Gereja TNI - Polri St. Ignatius Jatisari
Kedua, Keuskupan Maumere. Mengaktifkan pos koordinasi bersama Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) paroki pesisir di Sikka.
Tim menyalurkan pasokan air bersih, hygiene kit, tempat tidur, dan bahan pokok, serta berkoordinasi dengan BPBD dan PMI.
Ketiga, Keuskupan Ruteng. Mendirikan tenda darurat di area RSUD setempat untuk mengevakuasi seluruh pasien dari ancaman gempa susulan.
Akibat kerusakan lebih dari 50 gereja (termasuk Katedral Ruteng), kegiatan ibadah di dalam gedung diimbau untuk dihentikan sementara.
BACA JUGA:Gempuran Teknologi Intai Media Gereja, Pegiat Komsos Wajib Berbenah
Keempat, Keuskupan Labuan Bajo. Berfokus pada aktivasi pos layanan, penyediaan shelter kit darurat, dan pendampingan psikososial, sembari mengatasi kendala komunikasi dan memverifikasi data rumah terdampak.
Guna memastikan penanganan berjalan terarah, jaringan mengaktifkan grup koordinasi darurat WhatsApp Group KERNET sebagai pusat kendali informasi.
Caritas Indonesia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan mematuhi arahan resmi BMKG serta BPBD setempat.
Jaringan Caritas Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga tahap pemulihan pascabencana.