Agus Riza: Kalau Ingin Bawa Liga Indonesia Naik Kelas, Tinggalkan Kasus Klub Tunggak Gaji Pemain

Agus Riza: Kalau Ingin Bawa Liga Indonesia Naik Kelas, Tinggalkan Kasus Klub Tunggak Gaji Pemain

Suasana diskusi Water Break PSSI Pers bertajuk "Membawa Liga Naik Kelas" di Kantor I.League, Jakarta, Senin sore, 31 Agustus 2026. -Weradio.co.id Agus Riyanto-Agus Riyanto

BACA JUGA: Bank SMBC Beri Diskon hingga 20% dan Hospitality Package bagi Nasabah di General Sale Konser Andrea Bocelli

Dia kemudian mencontohkan Persib Bandung. Meski klub Maung Bandung itu berhasil menjuara Liga Indonesia tiga musim berurutan, nilai kompetitif liga tetap terjaga.


Legal Officer APPI Mohammad Agus Riza Hufaida saat membeberkan materi yang dia bawa dalam diskusi Water Break PSSI Pers bertajuk --Dok PSSI Pers

"Pada saat Persib mau juara itu ada kompetitivitas tinggi, apalagi di liga musim terakhir, sang juara baru bisa ditentukan pada pekan terakhir," tukas Sadikin Aksa.

"Bandingkan dengan Malaysia, JDT (Johor Darul Ta'zim) 11 tahun juara berturut-turut. Ada kompetisi tidak di situ? Begitulah cara penilaiannya," kata Sadikin Aksa. "Lalu di Thailand, ada empat tim, yakni Buriram United, Bangkok United, BG Pathum United, dan Port FC. Selama 10 tahun yang main cuma itu-itu saja."

Menurut Sadikin Aksa, tingginya daya saing di Super League semakin menarik minat sponsor. "Sejumlah sponsor yang sudah melekat dengan Piala Dunia seperti Coca-Cola, Hyundai, dan Adidas, mau berinvestasi di sepak bola Indonesia," sebut Sadikin Aksa.

BACA JUGA:Anita Puji Utami, Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Resmi Ketua Umum IPERINDO

Sedangkan Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra menyebut I.League sebagai operator liga  sudah banyak melakukan terobosan dan kemajuan untuk lebih menaikkan kualitas liga di Indonesia.

"Kami ingin value liga naik, kualitas naik. Dalam tiga tahun terakhir, kami membangun pondasi menuju transformasi. Kalau tahun lalu kami konsolidasi, sekarang kami sudah dalam tahap ekspansif. Salah satunya penambahan syarat dalam club licensing. Dulu ada lima, sekarang tambah dua, " ungkap Asep.

Dia melanjutkan,"Format kompetisi tidak berubah. Semua itu dimulai di masa transisi pada 2020-2023. Kami ingin kompetisi itu bisa sustainability (keberlanjutan)."

"Dulu, format kompetisi pernah reguler dan championship. Tapi setelah itu kami menyadari bahwa kami harus kembali ke format kompetisi penuh," tambah Asep.

BACA JUGA:DPD GNTI Jakarta Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Muara Angke

Adapun COO (Chief Operating Officer) Persik Kediri Arthur Irawan mengatakan bahwa indikator meningkatnya liga bisa dilihat dengan semakin banyaknya pemain bola dunia yang mau main di Indonesia. 

"Kami sekarang bisa merekrut pemain asing dengan kualitas lebih tinggi. Dengan demikian, kualitas liga pasti naik karena yang terjadi di lapangan lebih bagus," tukas Arthur. 

Arthur mendukung keputusan liga yang menetapkan setiap klub Super League bisa memiliki 11 pemain asing. Dia juga sangat mendukung keputusan liga bahwa klub tidak lagi memiliki kewajiban untuk mainkan pemain usia di bawah 24 tahun atau U23.