Temui Megawati, Dubes Yaman Ungkap Ikatan Historis Dua Bangsa yang Terjalin Berabad-abad
Megawati menerima Dubes Yaman Salem di kediamannya-dok: PDIP-
JAKARTA, Weradio.co.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin 31 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, M. Prananda Prabowo, serta Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah.
Dubes Salem mengaku senang dapat bertemu langsung dengan Megawati. Dia memandang Megawati sebagai salah satu tokoh penting dan berpengaruh dalam perjalanan sejarah Indonesia, sekaligus putri Proklamator dan Presiden pertama RI, Soekarno.
Dalam pertemuan itu, Dubes Salem banyak berbicara mengenai kuatnya ikatan historis antara Indonesia dan Yaman. Menurutnya, hubungan kedua bangsa telah terjalin jauh sebelum terbentuknya hubungan diplomatik modern antarnegara.
BACA JUGA:Total 1.090 Peserta Dari 16 Provinsi, Ramaikan Kejurnas Fespati 2026 di Malang
Dia mengatakan hubungan Yaman dan Indonesia tidak semata-mata dibangun melalui diplomasi formal, tetapi berakar pada hubungan antarmasyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad, seiring migrasi masyarakat Yaman ke Nusantara.
Dubes menceritakan bahwa migrasi orang-orang Yaman sudah berlangsung sejak abad ke 13, puncaknya sekitar abad ke 18.
"Mereka melakukan migrasi ke Indonesia, tinggal, menetap, dan bahkan menjadi warga negara Indonesia. Bahkan mereka juga ikut berkontribusi dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang," kata Dubes Salem seperti rilis yang diterima media.
Menurutnya, perjalanan panjang tersebut membuat masyarakat keturunan Yaman menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Dia menyebut sejumlah tokoh keturunan Yaman yang turut memberikan kontribusi bagi Indonesia, di antaranya mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas, Alwi Shihab, hingga mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.
BACA JUGA:Banjir Hadiah Miliaran Rupiah, My Baby Bagikan Mobil Listrik hingga HP Gratis untuk Para Ibu
"Dan menurut data, sampai saat ini ada lebih dari 10 juta warga negara Indonesia keturunan Yaman," ujarnya. Disebutkannya, saat ini ada lebih dari 8.000 pelajar Indonesia di Yaman.
Kosa Kata Indonesia Dipakai
Dubes Salem juga menyinggung kedekatan masyarakat di Provinsi Hadhramaut dengan Indonesia. Jejak interaksi panjang tersebut, menurutnya, bahkan terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Dia menyebut terdapat sejumlah kosakata Bahasa Indonesia yang digunakan di Hadramaut. Kedekatan budaya kedua masyarakat juga dapat ditemukan dalam tradisi kuliner.