Malam Spiritual di Samosir, Oscar Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran
wartawan asal Jakarta, James Tobing, Tubagus Adhi, Edison Siahaan, dan Dar Edi Yoga, bertemu dengan tokoh spiritual Oscar Habeahan di Partukkoan, Pulau Samosir, Jumat,16 Oktober 2026.-Weradio.co.id-IST
BACA JUGA:Jumat Kliwon, 10 Oktober 2025, Momentum Spiritual Paling Kuat di Gunung Padang
Penglihatan Mata Batin dan Peringatan tentang Wabah
Di tengah diskusi, Oscar Habeahan juga menyampaikan apa yang ia sebut sebagai penglihatan mata batinnya mengenai kemungkinan Indonesia menghadapi wabah yang lebih dahsyat daripada Covid 19.

Empat wartawan asal Jakarta, James Tobing, Dar Edo Yoga, Tubagus Adhi, dan Edison Siahaan, melakukan perjalanan spiritual ke Pulau Samosir. -Weradio.co.id-Dok.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu topik yang menarik perhatian dalam pertemuan itu. Oscar menyampaikan pandangannya sebagai bagian dari pengalaman spiritual yang ia yakini.
Meski demikian, pembicaraan tentang wabah membawa perhatian kembali pada pelajaran besar dari pandemi Covid 19, betapa rapuhnya kehidupan manusia ketika menghadapi ancaman kesehatan berskala luas.
Pandemi telah memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan, ilmu pengetahuan, sistem kesehatan yang kuat, komunikasi publik yang bertanggung jawab, serta solidaritas masyarakat merupakan unsur penting dalam menghadapi krisis.
BACA JUGA:Menjaga Cahaya Budaya di Gunung Padang, Peneliti Apresiasi PWI Jaya
Karena itu, terlepas dari keyakinan spiritual yang melatarbelakangi pernyataan Oscar, kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan tetap perlu bertumpu pada informasi yang terverifikasi, rekomendasi tenaga kesehatan, dan langkah kesiapsiagaan yang rasional.
Peringatan tersebut juga menjadi ruang perenungan tentang keterbatasan manusia.
Tidak semua hal dapat dipastikan, dan tidak semua kemungkinan dapat dikendalikan. Namun, manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehidupan, memperkuat kepedulian, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan.
Menutup Perjalanan dengan Doa
Sabtu pagi, 17 Oktober 2026, James Tobing, Tubagus Adhi, Edison Siahaan, dan Dar Edi Yoga melanjutkan perjalanan menuju Pusuk Buhit, kawasan yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi dan kisah asal-usul masyarakat Batak.
BACA JUGA:Cahaya Tak Biasa di Gunung Padang, Ini Pesan Doa Rombongan PWI untuk Negeri
Di sana, keempat wartawan berdoa bersama. Suasana alam yang tenang menjadi ruang untuk merenungkan kembali pesan-pesan yang mereka peroleh selama perjalanan.