Malam Spiritual di Samosir, Oscar Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

wartawan asal Jakarta, James Tobing, Tubagus Adhi, Edison Siahaan, dan Dar Edi Yoga, bertemu dengan tokoh spiritual Oscar Habeahan di Partukkoan, Pulau Samosir, Jumat,16 Oktober 2026.-Weradio.co.id-IST

JAKARTA, Weradio.co.id - Perjalanan spiritual tidak selalu berakhir pada doa dan keheningan. Terkadang, sebuah perjumpaan justru meninggalkan pesan yang menggugah hati tentang keberanian menyuarakan kebenaran, ketulusan menolong sesama, dan pentingnya menyiapkan diri menghadapi ketidakpastian hidup.

Pesan itulah yang mengemuka ketika empat wartawan asal Jakarta, James Tobing, Tubagus Adhi, Edison Siahaan, dan Dar Edi Yoga, bertemu dengan tokoh spiritual Oscar Habeahan di Partukkoan, Pulau Samosir, Jumat,16 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual mereka ke kawasan Danau Toba, 16-17 Oktober 2026.

Selain berdiskusi dengan Oscar, keempat wartawan mengunjungi Air Terjun Tiga Rasa, Istana Raja Sisingamangaraja, dan Batu Sawan. Perjalanan kemudian berlanjut ke Pusuk Buhit pada Sabtu pagi untuk berdoa bersama.

BACA JUGA:Doa Lintas Spiritualitas di Gunung Padang, Seruan Tobat Ekologis di Hari Bumi

Di tengah suasana yang jauh dari hiruk-pikuk Jakarta, percakapan mereka menyentuh berbagai persoalan kehidupan, spiritualitas, dan masa depan Indonesia.

Salah satu pesan yang paling kuat adalah ajakan untuk menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berani Mengatakan Kebenaran

Dalam keterangan resmi yang dibaca Weradio.co.id, Senin, 19 Oktober 2026, Oscar Habeahan menekankan pentingnya keberanian untuk mengatakan kebenaran dan membantu sesama tanpa pamrih.

Pesan tersebut sederhana, tetapi tidak selalu mudah dijalankan. Mengatakan kebenaran terkadang menuntut keberanian menghadapi tekanan, sementara menolong tanpa pamrih membutuhkan ketulusan untuk memberi tanpa menghitung keuntungan yang akan diterima.

BACA JUGA:Aroma Wangi Bunga dan Cahaya Langit Terang Iringi Misa Gunung Padang

Dalam kehidupan sosial yang kerap diwarnai kepentingan, pesan itu mengingatkan bahwa nilai seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kedudukan atau pengakuan, melainkan oleh integritas dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Bagi para wartawan yang hadir, pesan tersebut memiliki relevansi tersendiri. Dunia jurnalistik menuntut keberanian mengungkap fakta, keteguhan menjaga integritas, dan tanggung jawab menyampaikan informasi secara akurat kepada masyarakat.

Kebenaran bukan sekadar sesuatu yang diucapkan, tetapi harus diperjuangkan dengan kehati-hatian, bukti, dan tanggung jawab. Demikian pula kebaikan tidak cukup menjadi bahan pembicaraan, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata.

Spiritualitas, pada akhirnya, bukan hanya tentang kedekatan manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga tentang bagaimana ia memperlakukan sesamanya.