Jobstreet by SEEK Dorong Ekosistem Rekrutmen Digital agar Lebih Aman bagi Perusahaan dan Pencari Kerja

Jobstreet by SEEK Dorong Ekosistem Rekrutmen Digital agar Lebih Aman bagi Perusahaan dan Pencari Kerja

Ilustrasi Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab tim teknologi informasi. Keamanan siber dan perlindungan data dalam proses rekrutmen merupakan tanggung jawab bersama. --Shutterstock

Fitur SEEK Pass memungkinkan pencari kerja menampilkan hasil verifikasi identitas, riwayat kerja, pendidikan, atau kredensial lain yang didukung langsung pada profil Jobstreet mereka. Jadi, pencari kerja tidak selalu perlu mengirimkan salinan dokumen sensitif secara berulang melalui email; informasi terverifikasi dapat dibagikan melalui profil sesuai persetujuan pengguna.

Tiga langkah penting 

Menyebarkan CV secara bebas di media sosial publik adalah salah satu celah keamanan terbesar. Memasuki fase pertahanan yang disebut sebagai ‘Mengunci Pintu’ Jobstreet by SEEK mengedukasi pencari kerja untuk mengamankan akun, data, dan perangkat mereka sebelum mulai berinteraksi aktif dengan rekruter.

BACA JUGA:Dukung Kualitas Pendidikan, Garuda TV dan Kemendikdasmen Resmi Meluncurkan Juara Kelas Indonesia

Berikut adalah tiga pilar pertahanan teknis yang wajib diterapkan kandidat:

1. Minimalisasi data (data minimization)

Sebelum mengunggah CV atau profil ke ruang digital, periksa kembali informasi yang tercantum. Hindari memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor rekening, alamat rumah lengkap, tanggal lahir lengkap, atau informasi sensitif lain yang tidak diperlukan dalam tahap awal rekrutmen. Untuk alamat, pencari kerja dapat mencantumkan kota atau wilayah domisili. Pastikan juga untuk memperoleh izin sebelum mencantumkan informasi kontak referensi.

Pencari kerja sebaiknya membagikan CV melalui kanal resmi dan platform tepercaya seperti Jobstreet by SEEK, bukan menyebarkannya secara terbuka di media sosial atau situs publik tanpa kebutuhan yang jelas. 

2. Perkuat keamanan akun (Account Hardening)

Aktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) pada email dan akun karier yang menyediakan fitur tersebut. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun, serta pertimbangkan penggunaan pengelola kata sandi agar kredensial lebih mudah dikelola dengan aman. Fitur passkey juga dapat digunakan apabila tersedia pada layanan yang digunakan.

BACA JUGA: Luar Biasa, Tim Honda Racing Indonesia Raih Lima Gelar Juara Nasional dari MFoS 2026

Pencari kerja juga perlu mewaspadai penggunaan kata sandi yang sama pada beberapa layanan. Apabila satu akun terekspos, penggunaan ulang kata sandi dapat meningkatkan risiko terhadap akun lain.

3. Amankan Perangkat dan Jaringan (Secure Infrastructure)

Hindari mengirimkan lamaran atau login ke portal karier menggunakan koneksi wi-fi publik yang tidak dienkripsi, karena sangat rentan terhadap pencegatan data (man-in-the-middle attacks). Jika perlu melakukan aktivitas rekrutmen dari tempat umum, gunakan jaringan pribadi atau koneksi yang lebih aman. Pastikan juga browser perangkat Anda selalu diperbarui untuk menutup celah untuk peretasan.

Pencari kerja juga dapat mempertimbangkan alamat email khusus untuk aktivitas melamar kerja. Langkah ini membantu memisahkan komunikasi rekrutmen dari akun utama dan memudahkan pemantauan terhadap aktivitas yang tidak biasa.

Berita Terkait