Menguak Jejak Raja Pegunungan, Napak Tilas Si Gombar Susuri Jalur KA Legendaris Priangan
Komunitas Ziarah Spoor Barito Guide menggelar program edukasi sejarah bertajuk Ziarah Spoor Si Gombar Bumi Priangan yang berlangsung selama tiga hari dua malam, 7 - 9 Desember 2026.-Weradio.co.id-YouTube Perjalanan Sejarah
GARUT, Weradio.co.id - Sebuah pengalaman sejarah yang tak biasa kembali dihadirkan bagi para pencinta kereta api dan sejarah Nusantara.
Komunitas Ziarah Spoor Barito Guide menggelar program edukasi sejarah bertajuk Ziarah Spoor Si Gombar Bumi Priangan yang berlangsung selama tiga hari dua malam, 7 - 9 Desember 2026.
Jelajah sejarah ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Paguyuban Asep Dunia, Paguyuban Sapedah Heubeul Garoet, TSeiha Design, serta didukung penuh oleh Komunitas Sepeda Onthel Paseuk Cikajang.
Menelusuri Semangat Legenda Lintas Pegunungan
Program ziarah edukatif ini mengajak para peserta menyusuri rute bersejarah Cikarang, Purwakarta, Garut, dan Cikajang.
BACA JUGA:Kolaborasi Imigrasi dan KCIC, Tiket Whoosh Bisa Dipesan lewat All Indonesia
Rute ini dipisahkan oleh kenangan atas hadirnya lokomotif uap monster bernama Si Gombar dengan seri Staatsspoorwegen 1250/PNKA DD 52xx dan SS 1600/PNKA CC 50xx.
"Lokomotif tangguh buatan era 1915–1928 asal Amerika Serikat dan Eropa ini dahulu menjadi penakluk utama terjalnya jalur pegunungan Jawa Barat," ujar Leo Krisanto, Rail Tour Creative Developer, dalam keterangan resmi yang dibaca Weradio.co.id, Jumat, 23 Oktober 2026.
Meskipun sebagian besar unit lokomotif fisik Si Gombar kini sudah tidak beroperasi dan hanya tersisa beberapa unit sebagai koleksi museum di Ambarawa, TMII Jakarta, serta Utrecht Belanda, semangat dan nilai sejarahnya terus dihidupkan.
Melalui perjalanan ini, peserta tidak hanya diajak menikmati keindahan alam Tatar Pasundan, tetapi juga melintasi masa dengan berganti kereta api lokal, dilanjutkan moda darat menuju jalur nonaktif hingga ke Stasiun Cikajang.
BACA JUGA:Polresta Tangerang Ungkap Kronologi Ojek Pangkalan Paksa Ibu dan Bayi Turun di Stasiun Tigaraksa
Dialog Lintas Generasi dan Pengalaman Autentik
Tak sekadar perjalanan wisata, program ini mengusung misi membangun jembatan antargenerasi.
"Para peserta akan mendapatkan kesempatan langka untuk berdialog langsung dengan para pensiunan personel kereta api tempo dulu, perwakilan komunitas budaya, hingga petugas kereta api aktif," jelas Leo Krisanto.
Keunikan lain yang ditawarkan terletak pada akomodasi. Saat singgah di Purwakarta, peserta akan menginap di Homestay Dahlia Sari, sebuah bangunan bersejarah hasil renovasi rumah dinas Kepala Stasiun (station chef) Purwakarta era Staatsspoorwegen awal abad ke-20.