Teddy Gusnaidi Sebut SBY adalah Buzzer: Karena Mendengungkan Informasi dan Pendapat via Medsos


Teddy Gusnaidi sebut SBY juga seorang buzzer karena sering berpendapat di media sosial||Twitter @TeddyGusnaidi

TRENDINGNEWS.ID - Mantan politisi PKPI, Teddy Gusnaidi menyebutkan bahwa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga adalah seorang buzzer atau pendengung.

Teddy menilai bukan tanpa alasan dia menyebut SBY sebagai buzzer, karena Presiden ke-6 RI itu kerap mengungkapkan pendapatnya di media sosial.

 “SBY adalah buzzer.. Tenang jangan marah-marah dulu, tentu saya menyebutkan SBY adalah buzzer bukan tanpa alasan. Karena buzzer itu artinya pendengung. SBY mendengungkan informasi dan pendapat melalui media sosial, maka SBY adalah buzzer,” cuit Teddy dikutipTrendingnews.id, Selasa 3 Agustus 2021.

Dia juga menyesalkan kader Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sering mendengung pihak-pihak tertentu sebagai buzzer.

BACA JUGA:Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 72, BUMN Bersama Pegadaian Gelar Promo Cashback Hingga Rp 30 Juta Untuk Guru dan ASN

Dia mengaku pernyataan anak buah AHY yang menuding orang lain buzzer seperti juga menuduh SBY.

“Ketika SBY menyebarkan informasi dan pendapat di media sosial maka beliau adalah buzzer. Makanya saya heran ketika orang-orang Partai Demokrat sibuk menuding buzzer. Itu sama saja mereka menuding SBY dan menuding diri mereka sendiri. Buzzer kok teriak buzzer?” cuitnya.

Bahkan, kata dia, Buzzer dari Partai Demokrat punya opini sendiri, buzzer yang lain punya opini lain juga sehingga beradu opini.

“Buzzer dari Partai Demokrat atau pendukung Partai Demokrat punya opini sendiri, buzzer yg lain punya opini lain jg sehingga beradu opini, bahkan akhirnya ada yg sampai saling menghujat dlm adu opini. Jadi aneh saja jika buzzer demokrat misalnya menuding org lain adalah buzzer,” ucapnya.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Putuskan PPKM Lanjutan Sampai 9 Agustus 2021: Segera Dipercepat Penyaluran Bansos PKH, BST dan BLT

Selain itu, kata dia SBY juga menggunakan sosial medianya untuk kepentingan sendiri. Maka hal yang wajar jika di medsos ada perdebatan lantaran setiap orang mempunyai kepentingan masing-masing.

jakshdkjashdkjashdkjasd
Tag Terkait:
Sumber: