SRC Terus Perkuat Pemberdayaan UMKM dan Dorong Kesejahteraan Pengusaha Toko Kelontong
SRC menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti sekitar 500 pemilik Toko SRC di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).-weradio.co.id-SRC
JAKARTA, Weradio.co.id - Selama hampir dua dekade, Sampoerna Retail Community (SRC) terus berjalan bersama para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya pemilik toko kelontong, dalam menghadapi perubahan dan tantangan usaha.
Bagi SRC, pemberdayaan UMKM bukan hanya soal mengembangkan bisnis, tetapi juga memastikan para pengusahanya memiliki kualitas hidup yang baik agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, pada pekan lalu SRC menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti sekitar 500 pemilik Toko SRC di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Indah Kurnia, Walikota Jakarta Pusat, Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, serta Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), Romulus Sutanto.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan terima kasih atas kepedulian SRC kepada masyarakat melalui kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat dan kami mendoakan SRC terus maju dan berkembang sehingga kegiatan positif seperti ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak Masyarakat di Jakarta maupun di wilayah lainnya,” kata Uus.
BACA JUGA:Ini Dia 10 Atlet Terkaya di Dunia Versi Forbes Tahun 2026, Angkanya Fantastis
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
“Hari ini, kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai keputusan yang sangat bijak. Semoga semuanya sehat dan bahagia, serta bisa memberikan manfaat untuk bangsa dan negara melalui kesehatan masing-masing,” terangnya.
Indah juga menyoroti besarnya kontribusi perempuan, khususnya para ibu yang tergabung dalam ekosistem SRC. Menurutnya, peran perempuan memiliki arti penting dalam mendukung ketahanan keluarga sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional sehingga kesehatan para ibu perlu menjadi perhatian bersama.
“Jadi berbanggalah, berbahagialah, bersemangatlah, bahwa kontribusi para ibu sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga ibu-ibu pemilik toko kelontong SRC harus tetap sehat,” ucapnya.
BACA JUGA:Hanya Selisih Satu Langkah, Posisi Lady Gaga Direbut Rapper Kondang di Tangga Lagu Inggris
Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, menyampaikan HUT ke-18 menjadi momentum perayaan sekaligus menegaskan komitmen SRC dalam mendampingi dan memperkuat UMKM di Indonesia. Sepanjang perjalanannya, SRC terus tumbuh bersama pengusaha UMKM, mendorong pengembangan kapasitas untuk naik kelas dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi nasional.
”Dimulai dari 57 toko di tahun 2008, kini SRC telah tumbuh dengan memiliki lebih dari 250 ribu toko, yang didukung oleh lebih dari 6.300 mitra, serta terhubung melalui 10 ribu paguyuban di seluruh Indonesia. Melalui perjalanan selama 18 tahun ini, SRC menunjukkan dampak yang berkelanjutan lahir dari inisiatif yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Ivan seperti dikutip Weradio.co.id, Kamis, 28 Mei 2026.
SRC yang berawal dari pendampingan sederhana bagi toko kelontong terus berkembang hingga menjadi gerakan retail tradisional terbesar di Indonesia. Pertumbuhan SRC didorong oleh pendekatan yang menyeluruh, mulai dari penguatan keterampilan bisnis, manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi digital melalui ekosistem AYO by SRC, yang memungkinkan pengusaha UMKM beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital.
Berdasarkan hasil Riset Kompas Gramedia (KG) Media 2026, total omzet ekosistem SRC saat ini mencapai sebesar Rp251 triliun per tahun, atau setara 9,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) retail nasional tahun 2025, naik Rp15 triliun dibandingkan kontribusi Rp236 triliun per tahun pada 2023.