CFO di Indonesia Perlu Jembatani Kesenjangan Tata Kelola Korporasi Melalui AI dan Pengembangan Talenta
CFO Program Leader, Deloitte Southeast Asia Ho Kok Yong menilai, disrupsi geopolitik yang terjadi belakangan ini semakin menegaskan satu hal: dalam kondisi penuh gejolak, komite audit tidak sekadar membutuhkan lebih banyak data.--Facebook
BACA JUGA:Suhu 25 Derajat Bakal Iringi Perjuangan Tim Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026
Komite Audit perlu secara aktif mendukung investasi teknologi dan perencanaan suksesi sebagai bagian dari fondasi tata kelola, bukan sekadar pelengkap. Sedangkan CFO perlu membangun mekanisme assurance yang kuat untuk memastikan kejelasan informasi dan respons yang tepat ketika kondisi berubah sangat cepat.